NasDem Kritik Benny Rhamdani Minta Izin Tempur ke Jokowi: Mau Ulang Sejarah?

ADVERTISEMENT

NasDem Kritik Benny Rhamdani Minta Izin Tempur ke Jokowi: Mau Ulang Sejarah?

Dwi Rahmawati - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 15:27 WIB
Willy Aditya
Willy Aditya (Foto: Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya merespons terkait video Kepala BP2MI Benny Rhamdani yang minta izin tempur ke Presiden Jokowi. Menurut Willy hidup di negara hukum ada aturannya tersendiri.

"Kita hidup di negara hukum, hukum jadi pilar kita berdemokrasi. The rule of the game, kalo nggak jadi koboy semua, jadi tukang tembak semua. Saya itu nggak dengar betul Benny Rhamdani nanti saya dengar lagi deh," kata Willy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2022).

Willy lalu menyoroti pernyataan Benny yang menyarankan penghina Jokowi agar ditindak hukum. Willy lantas menyebut Benny kalap. Menurutnya, apa yang disarankan Benny mengulang sejarah masa lalu.

"Itu orang kalap, kan kekuasaan bagaimanapun dibatasi hukum. Tidak bisa asal. Berbeda bukan berarti bermusuhan, orang berbeda wajar saja, apakah kita akan mengulang sejarah masa lalu dengan orang berbeda lalu ditangkap, nggak, kan kita nggak ingin," ungkapnya.

Menurut Willy pemegang kekuasaan bukan lantas menentukan hukum seseorang. Dia menegaskan lembaga penegak hukum bukanlah instrumen kekuasaan pemerintah.

"Spirit kita ya penegakan hukum menjadi panglima, jangan kemudian para penegak hukum, institusi hukum, kemudian dijadikan instrumen kekuasaan. Kita tetap harus, harus itu marwah mereka demokrasi lahir sebagai ekspresi negara hukum, Kita anggap saja Benny Rhamdani lagi meracau," katanya.

Video viral minta izin tempur

Sebelumnya, video Benny Rhamdani yang meminta izin tempur kepada Presiden Jokowi viral di media sosial. Dalam video memperlihatkan Benny sedang berbicara tatap muka dengan Jokowi.

Benny dan Jokowi duduk dalam satu ruangan yang dipenuhi relawan. Benny lalu menyampaikan saran kepada Jokowi mengenai serangan lawan sembari meminta izin kepada Jokowi untuk tempur.

"Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak," demikian pernyataan Benny yang kini menjadi sorotan.

Soal pernyataan di video viral meminta izin tempur kepada Jokowi, Benny menyebut itu hanya gambaran di saat ada kelompok yang terus menyerang Jokowi.

"Ya itu hanya sebagai gambaran ilustrasi bahwa pertama, kalau penegakan hukum tidak jalan kegemesan dan kemarahan kita itu kan bisa dilakukan dengan cara tadi, masa kita tidak bisa turun ke jalan? Itu hanya pesan saja, tapi yang kita dorong kuncinya penegakan hukum," katanya.

Benny menyinggung terkait kelompok yang kerap demo atas program Jokowi. Ia lantas membandingkan dengan kelompok pendukung Jokowi yang tidak membuat tandingan dari aksi tersebut.

"Mari kita bicara fakta, dalam perjalanan pasca pilpres, yang sering demo-demo itu siapa? yang sering buat-buat gaduh itu siapa? yang dalam demo selalu menyebarkan kebencian fitnah, adu domba, dan penghinaan simbol-simbol itu siapa? Pernahkah satu kali kekuatan pendukung Jokowi melalukan tandingan? nggak tuh," ucapnya.

(eva/eva)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT