Soal Izin Tempur, Kepala BP2MI Ungkap Jokowi Minta Relawan Sabar

ADVERTISEMENT

Soal Izin Tempur, Kepala BP2MI Ungkap Jokowi Minta Relawan Sabar

Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 15:09 WIB
Jakarta -

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengungkap pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal 'izin tempur.' Menurut Benny, Jokowi meminta relawan untuk bersabar.

"Apa yang disampaikan presiden kemarin, nggak ada tuh di videonya. Presiden selalu mengingatkan 'Jangan, saya minta sabar, saya saja sebagai presiden bisa sabar.' Kurang hebat apa presiden kita ini, sudah dicaci maki dihinakan hal-hal yang bersifat pribadi, dituduh anak PKI yakan, dikatakan planga-plongo, dituduh istana menjadi sarang komunis. Tapi, seberapa banyak mereka yang diseret dan disentuh hukum? Padahal, semua bisa disentuh dengan hukum," kata Benny, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Menurutnya video yang beredar hanya menampilkan secuil pembicaraan. Padahal, lanjut dia, yang disoroti adalah tindakan tegas ke oknum yang telah menyerang presiden.

"Jadi penegakan hukumnya clear, itu yang kami dorong daripada kita yang turun ke jalan. Karena, kalau kita turun ke jalan kita lebih bisa sebagai pemenang, tapi belum kita lakukan. Kita hanya ingin memberi pesan saja, bahwa itu bisa kita lakukan.

"Ya untung kesabaran kita dilatih, dididik dengan kesabaran presiden yang mengatakan 'Jangan dan sabar, jangan melakukan hal-hal seperti apa yang mereka lakukan terhadap kita," tandasnya.

Soal Izin Tempur ke Jokowi

Soal pernyataan di video viral meminta izin tempur kepada Jokowi, Benny menyebut itu hanya gambaran di saat ada kelompok yang terus menyerang Jokowi.

"Ya itu hanya sebagai gambaran ilustrasi bahwa pertama, kalau penegakan hukum tidak jalan kegemesan dan kemarahan kita itu kan bisa dilakukan dengan cara tadi, masa kita tidak bisa turun ke jalan? Itu hanya pesan saja, tapi yang kita dorong kuncinya penegakkan hukum," katanya.

Benny menyinggung terkait kelompok yang kerap demo atas program Jokowi. Ia lantas membandingkan dengan kelompok pendukung Jokowi yang tidak membuat tandingan dari aksi tersebut.

"Mari kita bicara fakta, dalam perjalanan pasca pilpres, yang sering demo-demo itu siapa? yang sering buat-buat gaduh itu siapa? yang dalam demo selalu menyebarkan kebencian fitnah, adu domba, dan penghinaan simbol-simbol itu siapa? Pernahkah satu kali kekuatan pendukung Jokowi melalukan tandingan? nggak tuh," ucapnya.

(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT