Benny Rhamdani soal Minta Izin Tempur ke Jokowi: Masak Nggak Boleh Marah?

ADVERTISEMENT

Benny Rhamdani soal Minta Izin Tempur ke Jokowi: Masak Nggak Boleh Marah?

Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 14:41 WIB
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani
Foto: Benny Rhamdani (Erliana Riady).
Jakarta -

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengaku geram atas serangan-serangan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait video viral meminta izin tempur. Benny heran jika dirinya tidak boleh marah karena Jokowi sudah diserang.

"Yang kita soroti dalam perjalanan kebangsaan ini, ini sudah bukan kritik, lihat cara-cara yang mereka lakukan selama ini upaya untuk mendelegitimasi, menjatuhkan pemerintahan. Selalu dengan pola yang sama penyebaran kebencian, fitnah, adu domba antarsuku dan agama, berita-berita hoax bahkan penghinaan dan pencemaran terhadap simbol-simbol negara, presiden, ibu negara," kata Benny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2022).

Benny mengatakan tindakan seperti itu terus berulang. Hal itu yang memantik dirinya untuk bicara langsung ke Presiden Jokowi.

"Atas dasar situasi tadi, dengan cara-cara yang menurut saya antidemokrasi bahkan merusak harmoni, bahkan menjadi ancaman perjalanan kebangsaan. Masak saya nggak boleh marah? Masak rakyat Indonesia mayoritas nggak boleh marah? Pasti marahlah," ujar Benny.

"Mereka akan lebih berpikir tentang eksistensi dan keutuhan bangsa mereka dan kami pasti berpikir tentang perjalanan bangsa. Pak Jokowi bisa berakhir 2024, tapi bangsa ini harus terus berjalan siapapun pemimpinnya nanti. Cara pandang kami kan masa depan, visioner," ujar Benny.

Benny Rhamdani menyebut sudah seharusnya dia yang marah atas serangan-serangan kepada presiden. Benny mengaku berpikir tentang bangsa Indonesia.

"Nah, atas situasi yang terus diganggu dengan cara-cara yang tidak benar itu, masak kita nggak boleh marah? Harusnya saya yang marah dan banyak masyarakat yang marah, harusnya dihargai dong bahwa kita masih berpikir tentang bangsa ini," kata dia.

Dari sanalah Benny kemudian memberi saran kepada Presiden. Ia meminta siapapun yang menyerang ada baiknya ditindak secara hukum.

"Katakanlah saya gemes, kita sarankan kepada pemerintah 'Pak sebaiknya hukum ditegakkan'. Itulah yang kemudian saya memberi pesan, kita ini pemenang, kita ini mayoritas, jadi kalo kita mau melakukan hal yang sama dengan mereka yang selama ini merongrong pemerintahan Jokowi dengan cara-cara yang tadi bukan kritik, kita bisa melakukan yang sama dan pasti jumlah kita lebih besar," katanya.

Sebelumnya, video viral menampilkan Benny Ramdhani yang juga Kepala BP2MI sedang berbicara tatap muka dengan Jokowi. Benny Rhamdani dan Jokowi duduk di ruangan yang dipenuhi relawan. Benny lalu menyampaikan saran kepada Jokowi mengenai serangan lawan sembari meminta izin kepada Jokowi untuk tempur.

"Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak," demikian pernyataan Benny yang kini menjadi sorotan.

Simak Video: Klarifikasi Benny Rhamdani usai Viral Minta Izin Tempur ke Jokowi

[Gambas:Video 20detik]




(gbr/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT