Partai Garuda Dukung Jokowi: Politisasi Agama Hasilkan Produk Gagal!

ADVERTISEMENT

Partai Garuda Dukung Jokowi: Politisasi Agama Hasilkan Produk Gagal!

Ahmad Toriq - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 11:29 WIB
Jubir Partai Garuda Teddy Gusnaidi menilai seruan agar Anies Baswedan menjadi capres, bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan.
Teddy Gusnaidi. Foto: Partai Garuda
Jakarta -

Presiden Jokowi mengingatkan kepada Capres dan Cawapres yang akan berlaga di Pemilu 2024 agar tidak melakukan politisasi terhadap agama. Partai Garuda, yang sedang mengikuti verifikasi peserta pemilu, mendukung pernyataan Jokowi.

"Presiden Jokowi secara terang-terangan menyatakan bahwa bangsa Indonesia sudah merasakan dampak dari politisasi agama yang berlarut-larut, sehingga jangan ada lagi politisasi agama dalam kontestasi. Artinya apa? Artinya Politisasi Agama jelas ada dan terjadi di negara ini," kata Waketum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi kepada wartawan, Rabu (23/11/2024).

"Dampak dari Politisasi Agama hanya menghasilkan kerusakan, selain masyarakat menjadi terbelah dan bermunculan ajaran-ajaran sesat, juga produk politisasi agama menghasilkan produk gagal. Ini menjadi pembelajaran penting bagi bangsa ini untuk tidak mengulangi lagi," sambungnya.

Teddy mengatakan, ke depan para calon pemimpin, baik di Pilpres, Pileg dan maupun Pilkada, harus punya sikap, mengutuk secara terang-terangan kelompok tersebut dan menolak keras ketika kelompok tersebut memproklamirkan mendukung mereka. Jika ada calon yang menerima saja, artinya mereka mendukung kelompok tersebut.

"Calon yang menerima bahkan bekerja sama dengan kelompok pengusung politisasi agama, sudah dapat dipastikan calon yang tidak memiliki kemampuan, sehingga mereka butuh hal itu agar mereka dipilih. Kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya, seperti yang diingatkan Presiden Jokowi," kata Teddy.

Teddy menegaskan, hanya calon yang tidak memiliki prestasi dan kemampuan yang membiarkan bahkan bekerjasama dengan kelompok yang memainkan politisasi agama.

"Dan kita sudah merasakan dampak buruk akan hal itu," pungkas pria yang juga merupakan juru bicara Partai Garuda ini.

(tor/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT