Jokowi Tolak Politisasi Agama, PD Minta BuzzeRp Ditindak Tegas

ADVERTISEMENT

Jokowi Tolak Politisasi Agama, PD Minta BuzzeRp Ditindak Tegas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 08:59 WIB
Sekretaris Bappilu Demokrat Kamhar Lakumani (Dok. Pribadi).
Foto: Deputi Bappilu Demokrat Kamhar Lakumani (Dok. Pribadi).
Jakarta -

Partai Demokrat (PD) mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengingatkan para capres dan cawapres tak melakukan politisasi agama pada Pilpres 2024. PD mengatakan pesan yang sama juga terus disampaikan oleh Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Kami mengapresiasi pernyataan Pak Jokowi yang mengajak seluruh pihak untuk menjaga suasana yang teduh dan kondusif menuju tahun politik dan Pilpres pada 2024 mendatang. Partai Demokrat pun memiliki pandangan yang sama sebagaimana disampaikan Mas Ketum AHY pada berbagai kesempatan untuk tidak mengeksploitasi politik identitas secara berlebihan, apalagi terkait isu agama," kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, kepada wartawan, Senin (21/11/2022).

Kamhar menilai politisasi agama harus dihindari guna mencegah terjadinya perpecahan. Dia mengkhawatirkan dampak negatif perpecahan itu terhadap negara.

"Ini mesti dicegah dan dihentikan agar tak semakin memperuncing pembelahan di masyarakat. Terlalu mahal harga yang mesti dibayar sebagai bangsa jika pembelahan terus terjadi, bisa bermuara pada disintegrasi bangsa. Ini yang kita semua tak kehendaki, jangan sampai terjadi," tuturnya.

Partai Demokrat, kata Kamhar, juga merespons positif ajakan kontestasi Pilpres diwarnai dengan adu konsep dan gagasan. Dia mengatakan PD akan menawarkan konsep terkait membawa Indonesia keluar dari berbagai masalah.

"Konsep dan ide membawa Indonesia keluar dari jebakan utang, konsep Indonesia yang semakin demokratis dan berkemajuan, dan konsep pembangunan yang memanusiakan. Pembangunan untuk manusia, bukan manusia untuk pembangunan. Pemimpin yang memiliki kompetensi dan kapabiltas, tak hanya elektabilitas," tutur Kamhar.

"Kita berharap ada mekanisme yang memadai untuk ini dan terbangunnya kritisisme di masyarakat agar tak terulang lagi pada kesalahan yang sama, memilih pemimpin yang hanya pandai mengumbar janji namun tak menunaikan. Pemimpin yang hanya mengindahkan daulat tuan, abai daulat rakyat yang melakukan hal yang berbeda dengan apa yang dijanjikannya," imbuhnya.

Minta Jokowi Tegas ke BuzzerRp

Selain itu, Kamhar juga berharap Jokowi tegas kepada buzzerRp yang juga dinilai menggunakan isu agama. Dia menyebut buzzerRp itu kerap menyinggung perasaan umat.

"Kita juga berharap Pak Jokowi tegas pada para buzzerRp peliharaan yang selama ini merepresentasikan post truth politics, termasuk menjadikan isu agama sebagai komoditi politik yang sering menyinggung perasaan umat," jelas Kamhar.

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT