PAN Minta Akun Medsos Politisasi Agama Ditertibkan Jelang 2024

ADVERTISEMENT

PAN Minta Akun Medsos Politisasi Agama Ditertibkan Jelang 2024

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 08:50 WIB
(Kiri ke kanan) Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda, Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno, Moderator Pangeran Ahmad Nurdin, Dewan Syuro DPP PKB Maman Imanul Haq, Ketua Bapilu DPP PAN Viva Yoga Mauladi dan Tim QA Reformasi Birokrasi Nasional Indra J Piliang menjadi pembicara dalam diskusi bertema
Viva Yoga (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar tak ada politisasi agama di Pilpres 2024. PAN meminta akun-akun medsos yang mengeksploitasi suku, agama, ras dan etnis ditertibkan.

"Akun-akun medsos yang mengeksploitasi atau politisasi suku, agama, ras, dan etnis harus ditertibkan dan diamankan agar tidak menjadi sumber konflik sosial politik," ujar Viva kepada wartawan, Selasa (22/11/2022).

PAN, jelas Viva, setuju dengan arahan Jokowi. Menurutnya, membawa isu perbedaan SARA ke dalam politik praktis jelas berbahaya bagi keutuhan NKRI.

"Oleh karena itu jangan menggunakan perbedaan SARA sebagai alat politik untuk tujuan elektoral dari figur atau dari lembaga politik lainnya," kata Viva.

Jokowi sebelumnya mengingatkan para calon presiden dan calon wakil presiden agar menjaga situasi politik tetap kondusif. Jokowi berharap kondisi nasional tidak terlalu panas akibat Pemilu 2024.

"Inilah yang sekali lagi saya ingatkan kepada capres dan cawapres. Untuk membawa suasana politik kita menuju 2024 itu betul-betul paling banter anget dikit, syukur bisa adem," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan di Munas Hipmi di Solo seperti disiarkan akun YouTube Setpres, Senin (21/11).

Jokowi mempersilakan agar para kandidat untuk berdebat gagasan. Namun dia mewanti-wanti agar tak ada politisasi agama di Pemilu 2024.

"Debat silakan, debat gagasan, debat ide, membawa negara ini lebih baik silakan. Tapi jangan sampai panas, apalagi membawa politik politik SARA, tidak, jangan. Politisasi agama, tidak, jangan. Setuju? Politisasi agama, jangan," ujar Jokowi.

Jokowi menuturkan bangsa Indonesia sudah merasakan dampak dari politisasi agama yang berlarut-larut. Menurut Jokowi, politisasi agama akan sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa.

"Kita sudah merasakan dan itu terbawa lama. Hindari ini. Lakukan politik politik gagasan, politik politik ide, tapi jangan masuk ke politik SARA, politisasi agama, politik identitas, jangan. Sangat berbahaya bagi negara sebesar Indonesia yang sangat beragam," ujar Jokowi.

(isa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT