PKB Dukung Arahan Jokowi soal 2024: Agama Jangan Jadi Alat Politik

ADVERTISEMENT

PKB Dukung Arahan Jokowi soal 2024: Agama Jangan Jadi Alat Politik

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 22 Nov 2022 12:59 WIB
Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB, Jazilul Fawaid (Anggi Muliawati/detikcom)
Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB, Jazilul Fawaid. (Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

PKB mendukung arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengingatkan agar tak ada politisasi agama di Pilpres 2024. PKB mewanti-wanti berbagai pihak jangan menjadikan agama sebagai alat politik.

"PKB pasti mendukung pesan Pak Jokowi agar pemilu menjadi ajang adu ide, program dan gagasan untuk perbaikan bangsa dan jangan jadikan agama sebagai alat politik sebab akan memicu SARA," kata Waketum PKB Jazilul Fawaid kepada wartawan, Selasa (22/11/2022).

Jazilul berpesan agar spirit agama dilihat sebagai sumber ide dan gagasan dalam membangun bangsa, bukan dipolitisasi.

"Hemat saya, spirit agama tetap diharapkan menjadi salah satu sumber ide dan gagasan dalam membangun bangsa. Tanpa spirit agama negara ini juga akan rusak," ujarnya.

Lebih lanjut, Jazilul mengatakan sentimen agama juga tidak kalah bahaya jika digunakan segelintir elite pemodal di Pemilu 2024.

"Justru yang tidak kalah bahayanya dari politisasi agama, ketika politik dijadikan alat oleh segelintir 'elite pemodal' untuk mengeruk keuntungan pribadi dan kelompoknya, bahkan menggunakan sentimen agama juga. Ini akan lebih berbahaya," kata dia.

Jokowi sebelumnya mengingatkan para calon presiden dan calon wakil presiden agar menjaga situasi politik tetap kondusif. Jokowi berharap kondisi nasional tidak terlalu panas akibat Pemilu 2024.

"Inilah yang sekali lagi saya ingatkan kepada capres dan cawapres. Untuk membawa suasana politik kita menuju 2024 itu betul-betul paling banter anget dikit, syukur bisa adem," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan di Munas Hipmi di Solo seperti disiarkan akun YouTube Setpres, Senin (21/11).

Jokowi mempersilakan agar para kandidat untuk berdebat gagasan. Namun dia mewanti-wanti agar tak ada politisasi agama di Pemilu 2024.

"Debat silakan, debat gagasan, debat ide, membawa negara ini lebih baik silakan. Tapi jangan sampai panas, apalagi membawa politik politik SARA, tidak, jangan. Politisasi agama, tidak, jangan. Setuju? Politisasi agama, jangan," ujar Jokowi.

Jokowi menuturkan bangsa Indonesia sudah merasakan dampak dari politisasi agama yang berlarut-larut. Menurut Jokowi, politisasi agama akan sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa.

"Kita sudah merasakan dan itu terbawa lama. Hindari ini. Lakukan politik politik gagasan, politik politik ide, tapi jangan masuk ke politik SARA, politisasi agama, politik identitas, jangan. Sangat berbahaya bagi negara sebesar Indonesia yang sangat beragam," ujar Jokowi.

(fca/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT