Debat Fahri Hamzah vs Andi Mallarangeng soal Koalisi Bohong-bohongan

ADVERTISEMENT

Debat Fahri Hamzah vs Andi Mallarangeng soal Koalisi Bohong-bohongan

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 21:43 WIB
Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah berdebat dengan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng soal koalisi Partai NasDem, Demokrat, dan PKS. Fahri menuding koalisi NasDem, Demokrat, dan PKS dianggap bohong-bohongan.

Pernyataan Fahri Hamzah ini disampaikan dalam acara adu perspektif detikcom dengan tema 'Jadi Nggak Jadi Koalisi Pendukung Anies'. Debat ini berawal dari pernyataan Andi Mallarangeng terkait pihaknya yang terpaksa membangun koalisi lantaran wajib memenuhi presidential threshold.

"Kalau presidential threshold 0% maka semua partai kemungkinan besar akan ajukan kadernya sendiri atau ketumnya bahkan sebagai calon presiden, kalau presidential threshold, mestinya 0%, dengan situasi pemilu serentak antara pileg dan pilpres, tapi karena tidak, maka kita harus lakukan kompromi, kami bertiga juga sadar bahwa sendirian nggak mungkin, kursi kita kurang, begitu juga NasDem, begitu juga PKS, bertiga kita bisa mencalonkan, kan dari 3 partai ini hanya bisa 1 capres dan 1 cawapres," kata Andi Mallarangeng dalam acara adu perspektif seperti disiarkan di YouTube detikcom, Senin (21/11/2022).

Andi Mallarangeng juga menyebut kondisi serupa dialami koalisi Gerindra dan PKB. Dia menyebut hanya PDIP yang bisa bebas memilih capres dan cawapres untuk 2024.

"Kalau di PDIP sendirian nggak perlu pakai siapa-siapa, sendirian bisa sendiri. Nah kami harus bertiga karena itu harus kompromi dalam situasi sekarang ini, betul juga kata Gus Choi (Effendy Choirie), secara scientific kita bisa ukur kekuatan masing-masing untuk capres siapa paling layak, dan untuk cawapres metode sama bisa kita lihat cawapres, kemudian kita bisa dapatkan capres dan cawapres yang kuat yang bisa menang. Mencalonkan yang nggak bisa menang untuk apa juga?" ucapnya.

Andi Mallarangeng lantas menyebut kondisi saat ini lebih baik daripada Pemilu 2019. Menurutnya, koalisi saat ini tidak last minute. Namun, pernyataan Andi Mallarangeng disanggah Fahri Hamzah. Dia menyebut koalisi NasDem, PKS, dan Demokrat juga last minute.

"Urusan tidak ada aturan sekarang, justru sekarang ini kalau kita bandingkan yang lalu lalu, yang lalu-lalu itu last minute, yang kemarin aja 5 tahun lalu sudah di seberang," ujar Andi Mallarangeng.

"Tapi ini last minute juga, tapi ini last minute juga," sanggah Fahri Hamzah.

"Paling tidak kita berusaha itu," jawab Andi Mallarangeng.

Fahri Hamzah lantas menyinggung apa yang diusahakan koalisi perubahan merupakan bohong-bohongan. Andi Mallarangeng kembali menegaskan pihaknya berusaha.

"Tapi ini kan bohong-bohongan," ujar Fahri Hamzah.

"Kalau menurut anda bohong bohongan, menurut kami berusaha keras," jawab Andi Mallarangeng.

Simak perdebatan lanjutannya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT