Gerindra soal Deklarasi Capres Bareng PKB: Antara Akhir atau Awal Tahun

ADVERTISEMENT

Gerindra soal Deklarasi Capres Bareng PKB: Antara Akhir atau Awal Tahun

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 17:38 WIB
Sekjan Gerindra Ahmad Muzani (dok. Istimewa)
Foto: Sekjan Gerindra Ahmad Muzani (dok. Istimewa)
Jakarta -

Partai Gerindra dan PKB masih terus membahas penentuan calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pihaknya menargetkan figur capres yang diusung di poros koalisi Gerindra dan PKB akan dideklarasikan pada awal tahun.

"Saya kira antara akhir atau awal tahun, itu saya kira batas yang baik," kata Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2022).

Muzani mengatakan saat ini Koalisi Gerindra-PKB menyerahkan urusan penentuan capres dan cawapres kepada kedua ketum parpol, yakni Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Menurutnya, mereka belum membicarakan figur capres dan cawapres yang bakal diusung di 2024.

"Seperti yang saya katakan tadi bahwa Pak Prabowo adalah calon presiden dari Partai Gerindra, Pak Muhaimin adalah calon presiden dari PKB, keduanya saling mengikatkan diri dalam kerja sama politik antara Gerindra dan PKB untuk memutuskan siapa calon presiden dan siapa calon wakil presiden dari koalisi Gerindra dan PKB," katanya.

"Sampai sekarang koalisi ini belum bicara soal siapa calon presidennya dan siapa calon wakil presidennya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Muzani menyebut figur paling kuat yang dianggap dapat mendampingi Prabowo adalah Cak Imin. Namun, Muzani menegaskan urusan penentuan sosok capres dan cawapres telah diserahkan kepada Prabowo dan Cak Imin sebagai ketum dari kedua parpol itu.

"Begini, ini kan koalisi Gerindra dan PKB, saya berkali-kali ngomong di tempat ini juga mengatakan bahwa, yang paling berpeluang untuk mendampingi Pak Prabowo itu sesungguhnya ya Pak Muahimin. Karena Pak Muhaimin adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berdaulat atas dirinya sendiri," ujarnya.

"Antara PKB dan Gerindra sudah memikirkan, tetapi sekali lagi ini harus dibicarakan oleh kedua tokoh yang namanya Prabowo dan Muhaimin," lanjut dia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT