Kata Gerindra soal Kans Duet Prabowo-Ganjar di 2024

ADVERTISEMENT

Kata Gerindra soal Kans Duet Prabowo-Ganjar di 2024

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 16:54 WIB
Prabowo dan Ganjar dalam sejumlah survei (detikcom)
Foto: Prabowo dan Ganjar dalam sejumlah survei (detikcom)
Jakarta -

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani berbicara soal figur yang dianggap dapat menjadi pendamping sang ketum, Prabowo Subianto, sebagai calon wakil presiden (cawapres) jika maju di Pilpres 2024. Muzani juga menjawab perihal kans Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menjadi pendamping Prabowo di 2024.

"Ya pokoknya yang semua disebutkan itu adalah orang-orang yang baik juga untuk masa depan bangsa. (Termasuk Ganjar) semuanya baik untuk bangsa juga," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2022). Muzani menjawab pertanyaan yang menyodorkan nama Ganjar.

Muzani lalu ditanya soal sejumlah hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Prabowo stagnan saat dipasangkan dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin namun meningkat saat dipasangkan dengan Ganjar dan Ridwan Kamil.

Wakil Ketua MPR ini mengaku pihaknya terus memantau berbagai hasil survei. Meski begitu, Muzani menilai kemenangan pilpres nanti ditentukan oleh kerja-kerja politik.

"Ya kita ini dari dulu membaca survei dari kanan ke kiri, dari kiri ke kanan, survei itu saya baca. Tetapi kan kerja politik yang akan menentukan semua," ujarnya.

Soal pertimbangan Ganjar menjadi cawapres Prabowo, Muzani mengatakan pihaknya masih terus memantau dinamika politik yang ada. Dia mengatakan Gerindra terus membicarakan isu pilpres dengan PKB sebagai mitra koalisi.

"Ya waktu tentu saja berjalan. Nanti akan sama-sama kita ikuti dengan siapa Pak Prabowo akan menjadi presiden, dengan siapa nanti Pak Prabowo akan berpasangan dalam hal memilih wakil presiden," katanya.

"Cuma untuk diketahui bahwa Gerindra dan PKB sekarang telah mengikrarkan diri dalam sebuah perjanjian kerja sama politik 2024 yang itu dideklarasikan tanggal 13 Agustus 2022 yang lalu, sehingga perjanjian koalisi ini mengikat satu sama lain," imbuhnya.

Menurut Muzani, figur paling kuat yang dianggap dapat mendampingi Prabowo adalah Cak Imin. Namun, Muzani menegaskan urusan penentuan sosok capres dan cawapres telah diserahkan kepada Prabowo dan Cak Imin sebagai ketum dari kedua parpol itu.

"Begini, ini kan koalisi Gerindra dan PKB, saya berkali-kali ngomong di tempat ini juga mengatakan bahwa, yang paling berpeluang untuk mendampingi Pak Prabowo itu sesungguhnya ya Pak Muhaimin. Karena Pak Muhaimin adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berdaulat atas dirinya sendiri," ujarnya.

"Antara PKB dan Gerindra sudah memikirkan, tetapi sekali lagi ini harus dibicarakan oleh kedua tokoh yang namanya Prabowo dan Muhaimin," lanjut dia.

Sebelumnya, isu duet Prabowo dan Ganjar sebagai capres dan cawapres sempat mencuat. PKB juga melihat hal serupa.

"Kalau hari ini misal yang berkembang ada nama Ganjar, Pak Prabowo, kayanya Pak Jokowi masih nimbang-nimbang dua figur ini," kata Wasekjen PKB Syaiful Huda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11).

Menurut Huda, dukungan Jokowi pada figur tertentu pasti memiliki dampak elektoral. Namun sampai saat ini Jokowi nampaknya belum memberikan keputusan.

"Ya tentu harus diakui pasti ada efeknya. Yang kita lihat hampir pasti Pak Jokowi kan dalam posisi nimbang-nimbang ke siapa akan dijatuhkan pilihan untuk beliau, misalnya lebih ingin memberikan semacam dorongan pada figur yang ada," kata dia.

Lihat juga Video: Voxpol Sebut Kader Pilih Ganjar Ketimbang Puan, PDIP: Jadi Pertimbangan

[Gambas:Video 20detik]



(fca/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT