AHY Ingin Koalisi Kokoh, Bukan Cepat Deklarasi Cepat Bubar

ADVERTISEMENT

AHY Ingin Koalisi Kokoh, Bukan Cepat Deklarasi Cepat Bubar

Mulia Budi - detikNews
Sabtu, 19 Nov 2022 20:44 WIB
AHY
Agus Harimurti Yudhyono (AHY). (Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum (Ketum) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku masih berkomunikasi dengan Partai NasDem dan PKS. AHY menyebut diperlukan waktu yang tak sedikit untuk bisa menemukan titik tengah kesamaan visi misi dengan NasDem dan PKS.

"Tetapi Demokrat memang hari ini tengah intensif berkomunikasi dengan NasDem dan PKS. Kami berharap bisa menghadirkan poros perubahan sebuah poros alternatif, tetapi sekali lagi semua itu masih penuh dengan dinamika dalam arti untuk menemukan titik tengah dalam visi, misi, itu kan tidak sederhana, bukan proses satu hari dua hari, bahkan bukan seminggu dua minggu, tetapi perlu waktu dan proses yang matang," ujar AHY di Sentul International Convention Centre (SICC) Bogor, Sabtu (19/11/2022).

AHY berharap jika 'Koalisi Perubahan' terbentuk, maka akan menjadi koalisi yang kokoh dan solid. Dia tak ingin koalisi itu cepat dideklarasikan namun kemudian bubar.

"Yang jelas semangatnya adalah kalau bener-bener bisa tercipta koalisi ini, maka menjadi koalisi yang kokoh yang solid, bukan cepet deklarasi kemudian cepet bubar, bukan yang seharusnya udah maju kemudian mundur ke belakang. Nah bagi kami lebih penting membangun momentum-momentum seperti itu dan itulah mengapa, mungkin banyak yang bertanya-tanya kapan dan kapan begitu ya, bagi saya yang penting kita bener-bener kuatkan narasi besarnya yaitu perubahan dan perbaikan, setelah itu saling membangun chemistry, melengkapi satu sama lain," tuturnya.

Dia mengaku tak khawatir dengan pihak yang menginginkan Demokrat tidak berkoalisi dengan NasDem dan PKS. Dia menegaskan Demokrat ingin membangun koalisi yang kokoh hingga memenangkan Pilpres 2024.

"Jadi itu yang saya ingin bangun sehingga saya tidak perlu terlalu khawatir dengan ada upaya-upaya seperti yang tadi disampaikan, mungkin ingin menggeserlah salah satu atau tidak terjadinya poros perubahan ini, Insyallah kami memiliki semangat yang masih kuat," ucapnya.

Selain itu, AHY menyebut pihaknya tak pernah memakai istilah deadlock terkait calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan. Dia mengatakan masih ada waktu panjang untuk membahas hal tersebut.

"Kami tidak pernah menggunakan istilah deadlock ya, karena deadlock itu kalau sampai dengan Oktober 2023 tidak ada kesepakatan, bukan hanya terkait dengan pasangan ya, tetapi juga mungkin narasinya, portfolio, platforms dan lain sebagainya, itulah yang baru dinamakan deadlock. Sudah pada deadline tapi tidak ada kesepakatan tapi ini jangkanya masih cukup bersedia, ruangnya masih cukup tersedia, dan kami berkomunikasi dengan baik," ujarnya.

"Yang penting bagi saya pribadi dan Demokrat, mari kita hadirkan rasionalitas dalam membahas apapun termasuk pasangan. Yang jelas koalisi ini ingin mengusung perubahan, perubahan dan perbaikan untuk masyarakat dan Indonesia yang lebih baik ke depan tentunya," imbuhnya.

(rfs/rfs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT