Masinton Duga Anies Tak Didukung Jokowi Nyapres Gegara Tak Ada Partai

ADVERTISEMENT

Masinton Duga Anies Tak Didukung Jokowi Nyapres Gegara Tak Ada Partai

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Rabu, 16 Nov 2022 18:22 WIB
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu bersama Dwi Ria Latifah memberikan keterangan pers mengenai isu pencopotan Kabareskrim Komjen Budi Waseso di ruangan Fraksi PDI Perjuangan, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2015). Fraksi PDIP tidak setuju jika Komjen Buwas dicopot  dari jabatan Kabareskrim. Lamhot Aritonang/detikcom.
Foto Anggota DPR F-PDIP Masinton Pasaribu: (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu menjawab terkait dugaan adanya harapan dukungan nyapres dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di balik pertemuan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dengan Calon Presiden Partai NasDem Anies Baswedan. Masinton melihat Jokowi tidak mendukung Anies sampai saat ini karena Anies tak punya partai.

"Ya jauh lah, kalau untuk dukungan pasti hitung-hitungannya panjang lah, apa lagi dukungan politik, seperti itu kan, kalau ketemu ya mereka ketemu aja, kalau kemudian itu dikapitalisasi pertemuan itu sebagai sebuah bentuk dukungan menurut saya prematur," kata Masinton kepada wartawan di gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (16/11/2022).

Masinton menilai sebetulnya semua pihak didukung oleh Jokowi. Akan tetapi, dia menduga Anies sampai saat ini tidak didukung oleh Jokowi lantaran tidak mempunyai partai.

"Semua kan didukung. (Anies tidak didukung) ya kan nggak ada partainya, kalau ketemu Pak Airlangga didoakan karena ketua umum partai yang kemungkinan besar partainya dukung beliau, ketemu Pak Prabowo begitu juga, seperti itu," ucapnya.

Lebih lanjut, Masinton menyebut sebetulnya tidak ada pengaruh dukungan Jokowi kepada figur siapapun. Dia juga menyampaikan Jokowi bebas mendukung siapapun terkait Pilpres 2024.

"Doa kan bisa ke siapa saja, termasuk doa saya kepada Mbak Puan misalnya, kan doa bisa kita sampaikan, gitu ya. Kalau saya melihatnya ya sama saja sama yang lain, kalau untuk menjadi king maker atau apa, kemarin Litbang Kompas sudah sampaikan juga," ujar dia.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi memang sempat menyampaikan dukungannya kepada Prabowo. Dukungan itu disampaikan saat acara HUT Perindo.

Jokowi awalnya menceritakan pengalamannya menang di semua kontestasi politik, termasuk dua kali menang pilpres. Jokowi mengatakan setelah ini kemungkinan jatahnya Prabowo Subianto yang merupakan rivalnya di dua pilpres sebelumnya.

"Saya ini dua kali wali kota di Solo menang, kemudian ditarik ke Jakarta, gubernur sekali menang," kata Jokowi saat memberikan sambutan di acara HUT Perindo di iNews Tower, Jakarta Pusat, Senin (7/11).

Jokowi kemudian diusung untuk maju Pilpres 2014 dan 2019, keduanya dimenangkan Jokowi. Jokowi meminta maaf kepada Prabowo sambil menyinggung jatah selanjutnya merupakan jatah Prabowo.

"Kemudian dua kali di pemilu presiden juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo," ujar Jokowi.

"Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," sambung Jokowi.

Simak juga 'Anies Temui Gibran di Solo, PDIP: Untuk Memperbesar Suaranya':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT