Ganjar Respons Isu Jokowi Jadi Ketum PDIP: Waspada Penumpang Gelap

ADVERTISEMENT

Ganjar Respons Isu Jokowi Jadi Ketum PDIP: Waspada Penumpang Gelap

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 30 Okt 2022 20:56 WIB
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan isu Jokowi Ketua Umum PDIP sengaja digulirkan untuk mengadu domba. Menurutnya, penggagas isu ini adalah penumpang gelap yang ingin menciptakan disharmoni hubungan di tubuh PDIP.

"Saya meminta kita semua mewaspadai adanya penumpang gelap. Agar siapapun tidak membuat gerakan yang merusak nama baik seseorang," tegas Ganjar dalam keterangan tertulis, Minggu (30/10/2022).

Ia menegaskan dirinya dengan Presiden Jokowi merupakan orang partai yang sangat paham bagaimana aturan dan relasi di partai.

"(Ide Jokowi Ketum PDIP) Itu sebuah kengawuran dan imajinasi dari seorang yang tidak mengerti aturan di PDI Perjuangan, yang tidak mengerti relasi di antara kami di dalam partai dan sangat sembrono," jelasnya.

Mengenai suksesi ketua umum, lanjut Ganjar, kongres partai sudah mengatur dengan sangat rapi. Sehingga ide Jokowi merebut tampuk kepemimpinan PDIP menurut Ganjar adalah kengawuran.

"Itu sangat ngawur. Pak Jokowi bukan tipe yang seperti itu," katanya.

Ganjar pun mengajak seluruh pendukung Presiden Jokowi meng-counter isu tersebut agar tidak menjadi bola liar.

"Saya kira yang seperti ini mesti dicermati. Apakah ini ide pribadi atau seruan orang. Kita yang sejak awal mendukung pak Jokowi di dalam pemerintahan tentu harus segera meng-counter orang-orang semacam ini agar tidak terpancing situasi yang mengadudomba," ungkapnya.

Menurut Ganjar, nuansa penumpang gelap dan adu domba ini juga tercium pada kejadian beberapa waktu lalu. Saat itu, sekelompok orang mengaku sebagai relawan Ganjar mendesak KPK mengusut Ketua DPR RI Puan Maharani terkait kasus EKTP.

"Mulai banyak penumpang gelap dan mendorong-dorong dengan adu domba," tutur Ganjar.

Oleh karena itu, Ganjar meminta agar relawan manapun tidak menggunakan strategi-strategi politik kotor. Terlebih menjelang pesta demokrasi 2024 nanti.

"Saya ingin menyampaikan relawan manapun atau siapapun, satu agar tidak menjelek-jelekkan orang, dua tidak mendiskreditkan orang, tiga juga tidak mendiskreditkan partai-partai," pungkasnya.

(ncm/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT