Desakan Reshuffle Dinilai Menguat Jika NasDem-PKS-PD Capreskan Anies

ADVERTISEMENT

Desakan Reshuffle Dinilai Menguat Jika NasDem-PKS-PD Capreskan Anies

Nahda Utami - detikNews
Jumat, 21 Okt 2022 01:04 WIB
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno
Foto: Adi Prayitno (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Mencuat isu desakan reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres 2024. Desakan reshuffle itu dinilai akan semakin keras jika NasDem mendeklarasikan koalisinya untuk mendukung Anies di 2024 nanti.

"Saya cukup yakin kalau NasDem deklaratif dengan parpol lain anggaplah Demokrat dan PKS deklarasi secara terbuka dukung Anies, wakilnya siapa, mungkin di situ akan makin keras desakan reshuffle itu karena secara terang benderang memang NasDem ingin pisah jalan," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat acara diskusi Total Politik, Kamis (20/10/2022).

Adi menilai reshuffle tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Akan tetapi, hal itu berbeda jika NasDem segera mendeklarasikan koalisinya untuk mendukung Anies di Pilpres 2024.

"Kalau terkait dengan reshuffle, nggak mungkin lah rasa-rasanya dilakukan dalam waktu dekat ini sampai tahun depan nggak mungkin," jelas Adi.

"Kecuali NasDem segera mendeklarasikan selain mendukung Anies ataupun ada parpol lain yang bergabung, PKS dan Demokrat kalau sudah ada 3 partai secara deklaratif mengusung Anies di 2024 kok rasa-rasanya akan mengeras desakan untuk melakukan reshuffle kabinet kepada NasDem itu," sambungnya.

Meski demikian, Adi melihat Partai NasDem akan mendapat banyak keuntungan jika reshuffle dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, menurutnya, publik akan memberikan sikap empati kepada NasDem.

"Kalau reshuffle dilakukan dalam waktu sebulan dua bulan ini yang untung banyak NasDem. Okelah misalnya menterinya direshuffle, tapi secara insentif tingkat empati publik itu akan deras mengalir kepada NasDem, itu nyata," ucap Adi.

"Karena dianggap apa yang dilakukan NasDem itu sudah betul, tapi kemudian direshuffle hanya karena dianggap beda mazhab mendukung Anies di 2024," imbuhnya.

Lebih lanjut, Adi mengatakan Partai NasDem tidak pernah melakukan pemberontakan apapun kepada Jokowi. Dia menyebut pencapresan Anies merupakan langkah Partai NasDem untuk 2024 nanti.

"Secara politik NasDem tidak pernah melakukan pemberontakan apapun dengan Jokowi. Lalu apa yang salah saat mengusung Anies? Itukan untuk 2024, bukan konteks tentang waktu kontrak politik yang sedang berjalan," papar Adi.

"Makannya sekalipun ada reshuffle sedang dikalkulasi betul kira-kira kalau ada reshuffle jangan sampai menguntungkan NasDem secara simpati," sambungnya.

Simak Video: Desakan Reshuffle dalam Waktu Dekat Dinilai Justru Untungkan NasDem

[Gambas:Video 20detik]




(nhd/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT