Merembet Penonaktifan Zulfan Lindan ke Isu Perombakan Kabinet

ADVERTISEMENT

Merembet Penonaktifan Zulfan Lindan ke Isu Perombakan Kabinet

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Minggu, 16 Okt 2022 06:49 WIB
Jakarta -

Persoalan penonaktifan politisi senior NasDem Zulfan Lindan oleh partainya semakin bertambah runyam. Kini, persoalan surat penonaktifan Zulfan Lindan dari kepengurusan NasDem merembet hingga pada mencuatnya isu reshuffle kabinet.

Zulfan Linda menyerang Sekjen NasDem yang juga Menkominfo Johnny G Plate. Dia bahkan mengungkit adanya menteri yang terbirit-birit takut terkena reshuffle kabinet hingga merekayasa surat penonaktifan dirinya.

Zulfan Lindan buka-bukaan di acara diskusi Total Politik seperti dilihat detikcom di channel YouTube Total Politik, Sabtu (15/10/2022). Zulfan Lindan awalnya menuding Johnny G Plate berbohong soal surat penonaktifannya lantaran mengabaikan surat pengunduran diri dari kepengurusan yang pernah ditandatanganinya pada 2020.

"Yang bohong itu yang 2 kali tanda tangan dong, waktu saya undurkan diri dia sebagai Sekjen tanda tangan, ketika Pak Surya juga membuat surat itu dia tanda tangan, jadi yang 2 kali tanda tangan yang bohong, ya siapa? Sekjen," kata Zulfan Lindan dalam dikusi Total Politik.

Dia menyebut Ketum Partai NasDem Surya Paloh tidak akan mengetahui dirinya sudah pernah mengundurkan diri dari kepengurusan sejak 2020. Zulfan pun geram dan menekankan harusnya itu tugas Johnny G Plate memberitahukan kepada Surya Paloh.

"Kalau Pak Surya kan disodorin tanda tangan, harusnya dikasih tahu ke Pak Surya 'ini nggak bisa, Pak', sebagai Sekjen masa kerjanya kayak gitu, kayak sekretariat apa ya, kita kadang-kadang nggak enak juga merendahkan sekali, ini sekjen apa sokjon ini," ucapnya.

Tak hanya itu, Zulfan Lindan juga menyebut Johhny G Plate memang sengaja tidak memberitahukan Surya Paloh terkait hal itu. Atas dasar itu lah, dia menilai wajar jika Jokowi memberhentikan menteri seperti Johnny G Plate.

"Jadi coba bayangkan harusnya disampaikan ke Pak Surya 'Pak Surya, Bang, Ketua Umum, ini nggak bisa kita bilang surat memberhentikan Zulfan dari pengurus karena dia sudah mundur dari 2020'. Itu kan tugas Sekjen, bukan tugas Ketum, bukan tugas Wakil Ketua Umum. Gitu loh," tegasnya.

"Jadi kalau Pak Jokowi memberhentikan menteri-menteri kayak gini ya wajar aja, wong soal kecil aja nggak becus," lanjut dia.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT