Sederet Kontroversi Zulfan Lindan Sebelum Dinonaktifkan NasDem

ADVERTISEMENT

Sederet Kontroversi Zulfan Lindan Sebelum Dinonaktifkan NasDem

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Okt 2022 13:58 WIB
Zulfan Lindan
Politikus NasDem, Zulfan Lindan. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Politikus Partai NasDem Zulfan Lindan dinonaktifkan dari kepengurusan dan dilarang berbicara atas nama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) karena dinilai sudah menciptakan kegaduhan. Zulfan Lindan sempat melontarkan sejumlah pernyataan yang mengundang kontroversi sebelum dinonaktifkan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Berdasarkan catatan pemberitaan detikcom, Kamis (13/10/2022), Zulfan Lindan sempat menyinggung kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kawasan industri Batang, Jawa Tengah, seusai pencalonan Anies sebagai calon presiden Partai NasDem. Zulfan saat itu merespons Jokowi yang enggan menanggapi deklarasi Anies capres.

Zulfan Lindan juga pernah menyinggung perkara Formula E di KPK. Selain itu, Zulfan Lindan juga menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai antitesis Presiden Jokowi.

Berikut ini sederet kontroversi pernyataan Zulfan Lindan:

Formula E

KPK mengusut dugaan korupsi di penyelenggaraan Formula E Jakarta. Zulfan Lindan mengaku sempat mendengar kabar KPK akan melakukan gelar perkara kasus tersebut.

"Kan terdengar bahwa akan ada gelar perkara terhadap Formula E. Nah seolah-olah nanti ada gelar perkara katanya hari Jumat ini bahwa ini akan ya," kata Zulfan, Rabu (21/9) dalam diskusi Adu Perspektif bertema "Adakah Skenario 'Mereka' Jegal Pencapresan?" yang tayang di detikcom berkolaborasi bersama Total Politik.

Zulfan saat itu menanggapi kekhawatiran Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut ada upaya Pilpres 2024 hanya diikuti 2 pasangan calon. Menurutnya, kekhawatiran SBY itu ada kaitannya dengan Formula E Jakarta yang digelar di penghujung masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Zulfan mengatakan Anies Baswedan adalah salah satu calon presiden dengan elektabilitas tinggi. Dia menilai atas dasar itu muncullah kekhawatiran SBY sehingga berkata bahwa ada upaya Pilpres 2024 hanya diikuti oleh 2 paslon.

Sebelumnya, Demokrat juga menyebut ada invisible hand yang berupaya menjegal Anies untuk maju sebagai capres di Pilpres 2024. Namun, Zulfan tidak mau berprasangka bahwa proses hukum ini bermuatan politis.

"Kita nggak tahu apakah Anies ini menjadi tersangka ataupun tidak menjadi tersangka, kan gitu," jelas dia.

"Tapi kalau ini menuduh si A, si B, merekayasa untuk kejadian ini, nah saya kira itu kurang tepat," imbuhnya.

KIB Koalisi Ecek-ecek

Zulfan Lindan juga sempat menyebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, PAN, dan PPP merupakan koalisi ecek-ecek. Zulfan Lindan mengutarakan hal itu saat diskusi Adu Perspektif dengan tema 'Membaca Manuver Tabloid, Dewan Kolonel, hingga Isu Dendam Lama' yang diselenggarakan detikcom dan Total Politik, Senin (26/9).

"Lainlah, kalau KIB jangan disamakan dengan koalisi ini (NasDem, PKS, Demokrat). KIB itukan koalisi ecek-ecek itu," kata Zulfan Lindan.

Zulfan Lindan menjelaskan apa maksud KIB koalisi ecek-ecek. Zulfan mendengar kabar KIB jadi wadah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bila tak dicalonkan jadi Presiden oleh PDIP.

"Artinya begini, lahirnya KIB itu kan ada kepentingan tertentu yang kita dengar. Konon kabarnya, itu adalah untuk menjadi sekocinya Ganjar, seandainya Ganjar tidak dicalonkan oleh PDIP, kan begitu yang berkembang," ujar Zulfan.

"Ini nggak ada urusan dengan itu, jadi kualitasnya beda. Kuantitasnya sama-sama tiga partai, tapi kualitasnya berbeda," tegasnya.

Simak juga 'Zulfan Lindan Duga Ada Elite Pemerintah yang Turut Jegal Anies':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT