Hensat Nilai Anies Belum Tentu Pilih AHY Cawapres, Contohkan SBY di 2009

ADVERTISEMENT

Hensat Nilai Anies Belum Tentu Pilih AHY Cawapres, Contohkan SBY di 2009

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 15:40 WIB
Hendri Satrio
Hendri Satrio (Hensat). (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Founder lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio atau Hensat menilai pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY) menegaskan dukungan ke Anies untuk Pilpres 2024. Perihal cawapres 2024 menurut Hensat hanyalah soal waktu.

"Ini positif, ini pasti pengaruh deklarasi NasDem mencapreskan Anies Baswedan. Nah pertemuan ini makin tegas Partai Demokrat juga mendeklarasikan Anies sebagai capres," kata Hensat kepada wartawan, Jumat (7/10/2022).

Menurut Hensat, AHY paham soal penentuan posisi wapres, sebab belajar dari SBY tahun 2009. Posisi itu menurut Hensat akan terjawab dengan seiringnya waktu.

"Selama ini belum ada pembicaraan langsung. Apakah ini serta merta menjadi signal bahwa Anies memilih AHY sebagai cawapresnya," ujar Hensat.

"Kalau menurut saya sih belum tentu karena AHY pasti paham betul sebuah proses memilih wakil presiden apalagi waktu itu SBY mencontohkan di 2009 dengan elektabilitas yang tinggi memilih Boediono saja di akhir-akhir," sambungnya.

Hensat menilai peluang AHY dipilih Anies untuk jadi cawapres belum tertutup. Namun, dukungan Demokrat ke Anies dinilai Hensar cukup jelas.

"AHY harus menunggu bilapun nanti dipilih Anies Baswedan tidak akan dipilih dalam waktu dekat. Jadi yang dilihat hari ini baru Partai Demokrat kemungkinan besar mendeklarasikan Anies Baswedan. Baru disusul partai lain," ucap Hensat.

"Dengan beberapa partai mendeklarasikan capres maka nanti partai lain akan mendeklarasikan capresnya. Yang paling ditunggu tetap PDIP kapan akan mendeklarasikan puan maharani karena sedikit banyak pasti peta politik terpengaruh dengan manuver dari PDIP sebagai partai pemenang pemilu saat ini," imbuhnya.

(rfs/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT