ADVERTISEMENT

Mundurnya Niluh Djelantik Usai Deklarasi Anies Tak Bikin Pusing NasDem

Eva Safitri, Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 08:03 WIB
Niluh Djelantik
Niluh Djelantik mundur dari Partai NasDem usai NasDem mencapreskan Anies Baswedan. (Instagram @niluhdjelantik)
Jakarta -

Niluh Djelantik mengundurkan diri dari Partai NasDem usai partai besutan Ketua Umum Surya Paloh itu mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan calon presiden (capres) 2024. Sebab Niluh Djelantik mundur dari NasDem rupanya faktor Anies Baswedan itu sendiri.

Dalam unggahan di media sosialnya, seperti dilihat pada Selasa (4/10), Niluh Djelantik menyatakan selamat tinggal kepada NasDem dan akan mengumumkan secara resmi di kemudian waktu. Wasekjen Partai NasDem Hermawi Taslim menanggapi dingin pengunduran diri Niluh Djelantik.

"Saya pikir lebih baik begitu ya, karena Niluh selama ini juga kan tidak berbuat apa-apa untuk partai, tidak ada aktivitas apapun," kata Hermawi Taslim dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/10).

Menurut penjelasan Taslim, Niluh sudah hampir tiga tahun menjabat sebagai salah satu Ketua Departemen Bidang UMKM DPP Partai NasDem belum ada kinerjanya. Sampai saat ini, bidang UMKM disebut masih kosong dan belum terbentuk, belum ada personel sama sekali.

"Jadi, mundur pilihan yang paling pas buat Niluh," tegasnya.

Taslim mengaku sudah berkali-kali mengeluh kepada DPP NasDem akibat kepincangan gerakan DPP karena kekosongan departemen UMKM. Keluhan ini sudah diungkapkan Taslim jauh sebelum deklarasi Anies sebagai capres.

"Keputusan Niluh mundur seperti gayung bersambut," ujarnya.

Wasekjen Partai NasDem Hermawi Taslim.Wasekjen Partai NasDem Hermawi Taslim. (Dok. nasdem.id)

Selanjutnya, Taslim menambahkan, mundurnya Niluh tidak akan berdampak apapun bagi NasDem. Justru, dengan sikap Partai NasDem yang memberikan dukungan kepada Anies memberikan dampak positif bagi partai.

Menurut Taslim, setiap hari selalu ada penambahan jumlah keanggotaan Partai NasDem, saat deklarasi Anies pada Senin (3/10), hingga Selasa (4/10) siang, ada penambahan anggota baru melalui sistem E-KTA sejak deklarasi Anies sejumlah 3.601 orang. Info tersebut diperoleh dari sistem digital keanggotaan Partai NasDem.

"Saya meyakini jumlah masyarakat yang akan menjadi kader NasDem akan terus bertambah. Seperti istilah atau pepatah mati satu tumbuh seribu dan esa hilang, seribu terbilang," yakinnya.

Niluh Djelantik Berseberangan dengan Anies Baswedan

Niluh Djelantik kemudian kemudian mengungkapkan penyebab dirinya mundur dari Partai NasDe, Niluh menegaskan dirinya berseberangan dengan Anies Baswedan. Niluh menjelaskan tidak ada masalah pribadi dengan Anies, namun dia mengaku tidak suka dengan cara kampanye Anies saat Pilkada 2017.

"Anies Baswedan berada di seberang kami, kami tidak ada masalah dengan beliau pribadi, karena pada saat beliau jadi jubir capres Pak Jokowi itu kami menyambut dengan sangat baik. Kami percaya beliau membawa pesan yang baik untuk negara ini, hingga dilantik jadi menteri, siapapun pilihan Pak Jokowi kami support," kata Niluh kepada wartawan, Selasa (4/10).

Niluh mengaku menjadi orang yang sangat kontra dengan Anies pada Pilkada DKI 2017. Niluh bicara soal dampak polarisasi selama dan setelah Pilkada DKI 2017.

"Tapi pada 2017 hal itu kan berubah. Mbok Niluh sangat menyayangkan bagaimana pembiaran itu terjadi pada saat beliau jadi Gubernur DKI, adanya pembiaran itu dan bagaimana kita akhirnya sebagai anak bangsa terpecah belah, dengan istilah pribumi dan nonpribumi, dan kami menjadi salah satu orang yang paling frontal mengkritik Anies Baswedan," ujar mantan bacaleg PSI tersebut.

Lihat juga Video: Anies Jadi Capres NasDem, PAN: Bagus, Tapi Sekarang Lagi Berduka

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT