ADVERTISEMENT

Zulhas Diam Sejenak Saat Ditanya Peluang Anies Jadi Presiden

Dwi Rahmawati - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 23:30 WIB
Jakarta -

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) diam sejenak ketika ditanya peluang Anies Baswedan di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Zulhas terdiam selama 6 detik.

"Iya itu....," respons Zulkifli Hasan saat ditanya perihal peluang Anies jadi presiden 2024, di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Selasa (4/10/2022).

Lantas, Zulhas membahas soal Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang belum menentukan calon presidennya. Menurut Zulhas, setiap pemimpin di KIB layak menjadi calon presiden.

"KIB ya, kita nggak bahas itu hari-hari ini. Tapi jauh hari sudah disampaikan, KIB itu, Pak Airlangga ketua umum partai pemenang nomor dua. (Jadi) Capres? Layak, pemenang partai nomor dua kok. PAN ketua umumnya? Layak," paparnya.

Dia mengatakan dinamika politik di mana pimpinan berpeluang untuk dicalonkan. Namun, pembahasan calon presiden ada di bagian akhir.

"Partai politik katanya, pasti Ketua Umum ingin jadi capres. Semua begitu, yang pimpinan provinsi ingin jadi gubernur kan begitu. Kader pasti inginnya begitu ya, tentu itu partai politik begitu," kata dia.

"Nanti kita lihat realitanya, oleh karena itu kalau di KIB soal pilpres itu chapternya nanti terakhir," sambungnya.

Dikatakan Zulkifli, saat ini KIB tengah menggodok tujuan bersama terkait kemajuan Indonesia.

"Yang paling penting sekarang itu KIB ini sedang merumuskan gagasan. Teman-teman lain kita juga ke kampus-kampus, kita undang para pakar. Kita ini Indonesia mau jadi negara maju 2045 itu gimana sih? Yang mau kita kerjakan apa? Demokrasinya apa mau seperti ini aja? Terus global yang berubah cepat, kita mau ke mana? Mau apa? Kalau kita jadi negara maju, terus ekonominya seperti apa? Gitu ya," kata Zulhas.

Menurutnya, KIB bertengkar dalam gagasan pemikiran soal Indonesia ke depannya. Pembahasan calon presiden menjadi bagian di akhir.

"KIB tuh mengajak bertengkar, tengkar pikiran, tengkar gagasan untuk membawa Indonesia ini sebagaimana kita harapkan menjadi Indonesia yang maju 2045 itu. Kita baru di situ aja, chapter-nya capres nanti, terakhir," pungkasnya.

(isa/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT