Bima Arya: Kemungkinan Besar Capres KIB Berbeda dengan NasDem

ADVERTISEMENT

Bima Arya: Kemungkinan Besar Capres KIB Berbeda dengan NasDem

M Sholihin - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 16:54 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya (Sholihin-detikcom)
Foto: Ketua DPP PAN Bima Arya (Sholihin-detikcom)
Bogor -

Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto mengatakan partainya menghormati langkah Partai Nasdem mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024. Dia mengatakan PAN yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Golkar dan PPP kemungkinan akan mengusung nama berbeda dari NasDem.

"Ketika NasDem kemudian memunculkan nama Mas Anies (Anies Baswedan) sebagai capres, saya kira ini satu hal yang harus disikapi oleh KIB. Mungkin saja KIB berbeda. Kemungkinan besar KIB akan berbeda dengan NasDem," kata Bima Arya, Selasa (4/10/2022).

Bima mengatakan nama Anies Baswedan memang menjadi satu dari sembilan nama bakal capres hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN. Namun, katanya, nama capres dari PAN akan dibahas bersama Golkar dan PPP.

"Mas Anies ini salah satu dari sembilan nama yang diusulkan dalam Rakernas PAN kemarin, karena nama Mas Anies ini ramai juga disebut di DPD dan DPW. Selain nama lain seperti Erick Thohir dan Ganjar. Jadi PAN sangat bisa sangat paham kalau nama Anies kemudian diusung oleh NasDem dan itu tentu merupakan hak dari partai NasDem," tuturnya.

"Tapi kan ini perjalanannya masih sangat panjang, Nasdem membutuhkan dukungan dari partai lain. Kalau PAN sampai saat ini masih setia dan komitmen ke KIB, jadi siapa pun nama yang akan muncul itu harus berdasarkan kesepakatan Partai Golkar dan PPP, gitu kira‚Äźkira," tambahnya.

Bima mengatakan pembicaraan masih terus berlanjut terkait siapa capres yang akan diusung KIB. Menurutnya, sosok itu akan diumumkan akhir tahun ini.

"Prediksi saya akan ada pembicaraan pembicaraan yang lebih intens dan mengerucut sampai akhir tahun," kata Bima ketika ditanya kapan KIB mengumumkan nama capres.

"Kita masih melihat banyak faktor lain ya, seperti Pak Prabowo maju lewat partai apa, Pak Prabowo wakilnya siapa. Kemudian PDIP akan jadi memunculkan Puan, Mas Ganjar ke mana, jadi masih banyak variabel-variabel, seperti itu. Jadi 2-3 bulan lah akan lebih jelas lagi," tambah Bima.

Simak juga 'PPP Balas Zulfan Lindan soal 'KIB Ecek-ecek': Pernyataan Ngawur':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT