3 Menteri NasDem Berpotensi Direshuffle Buntut Usung Anies Jadi Capres

ADVERTISEMENT

3 Menteri NasDem Berpotensi Direshuffle Buntut Usung Anies Jadi Capres

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 08:39 WIB
Ketum NasDem Surya Paloh mengusung Anies Baswedan maju jadi capres untuk Pemilu 2024. Dalam kesempatan itu Paloh memeluk erat Anies, Senin, 3/10/2022.
Anies Baswedan dan Surya Paloh. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pencapresan Anies Baswedan oleh Partai Nasdem dinilai sebagai langkah progresif pascapenetapan tiga nama capres dalam Rakernas NasDem Juni lalu. Apakah pencapresan Anies oleh NasDem berdampak di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)?

Dosen Ilmu Politik & International Studies Universitas Paramadina A. Khoirul Umam menilai keputusan Nasdem untuk mencapreskan Anies ini telah dikoordinasikan secara ketat dengan Demokrat dan PKS. Maka hal ini akan menjadi langkah awal yang segera memicu percepatan konsolidasi koalisi.

"Jika mekanisme internal Demokrat dan PKS bisa segera berjalan cepat untuk menyambut langkah Nasdem ini, maka besar kemungkinan deklarasi koalisi tiga partai akan dilakukan sebelum akhir tahun 2022 ini," kata Umam kepada wartawan, Senin (3/10/2022).

Selain itu, pencapresan Anies ini dinilai bisa menjadi momentum rekonsolidasi kekuatan politik untuk menghadapi operasi politik kompetitor yang diduga akan memanfaatkan instrumen penegak hukum untuk membidik Anies.

"Artinya, target operasi politik kompotitor Anies adalah menciptakan 'damage' lebih dulu untuk mengalienasi Anies dari panggung kontestasi pilpres, untuk selanjutnya bisa dihentikan kasusnya ketika Anies tidak lagi masuk dalam pusaran politik nasional," ujarnya.

Namun, di sisi lain, Umam menilai posisi NasDem di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi juga akan terkena dampaknya, mengingat selama ini Anies dianggap kerap berlawanan dengan lingkaran kekuasaan. Karena itu, menurutnya, langkah Nasdem untuk mencapreskan Anies ini juga bukan tanpa risiko.

"Potensi risiko yang paling besar adalah ancaman reshuffle 3 menteri Nasdem di pemerintahan, evaluasi total posisi Nasdem di lingkaran kekuasaan, hingga terjadinya kriminalisasi dan penggembosan kekuatan politiknya menjelang 2024 mendatang," ucap Umam.

"Semua itu bisa dinetralisir jika Nasdem bisa segera koordinasi dengan Demokrat dan PKS, untuk segera mengatur langkah dan deklarasi bersama. Jika gerbong koalisi Nasdem, Demokrat & PKS dideklarasikan, maka gerbong koalisi ini akan menjadi kekuatan koalisi terbesar dengan angka 28,5% kursi di DPR, melampaui rencana-rencana koalisi lainnya," imbuhnya.

Jokowi sebelumnya enggan mengomentari Partai NasDem yang resmi mengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pemilu 2024. Jokowi mengatakan saat ini masih dalam suasana duka.

Simak juga Video: Adu Elektabilitas Anies Vs Ganjar, Capres NasDem dan PSI

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT