KPU: Belum Ada Perubahan Kepengurusan Partai Dipimpin 'Wanita Emas'

ADVERTISEMENT

KPU: Belum Ada Perubahan Kepengurusan Partai Dipimpin 'Wanita Emas'

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 27 Sep 2022 15:36 WIB
Ketua Divisi Bidang Teknis KPU Idham Holik (Karin/detikcom)
Foto: Ketua Divisi Bidang Teknis KPU Idham Holik (Karin/detikcom)
Jakarta -

Mischa Hasnaeni Moein alias 'Wanita Emas' masih tercatat sebagai Ketua Umum Partai Republik Satu di KPU meski telah berstatus tersangka. Struktur kepengurusan partai itu akan tetap dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU jika SK Kemenkumham terkait kepengurusan itu tidak berubah dan masih berlaku.

"Dalam konteks verifikasi administrasi, selama Keputusan Kepengurusan Partai Politik tingkat pusat yang diterbitkan Kemenkumham masih berlaku, KPU nyatakan hal tersebut Memenuhi Syarat (MS)," kata Ketua Divisi Teknis KPU RI Idham Holik kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Idham mengatakan status hak politik seseorang termasuk hak politik Hasnaeni bergantung pada putusan pengadilan. Dia mengatakan status kepengurusan 'Wanita Emas' di Partai Republik Satu dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat jika pengadilan mencabut hak politik Hasnaeni.

"Kecuali ada Putusan Pengadilan yang menyatakan bahwa salah satu pengurus dalam Keputusan tersebut dinyatakan dicabut hak politiknya, maka pengurus tersebut dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat)," ujarnya.

Dia mengatakan KPU belum menerima jadwal Partai Republik Satu akan menyerahkan dokumen persyaratan pendaftaran. Sebagaimana diketahui, masa perbaikan persyaratan dokumen pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu akan berakhir besok.

"Tanggal 15 sampai dengan tanggal 28 adalah masa perbaikan persyaratan pendaftaran partai politik. Sampai saat ini kami belum menerima jadwal kapan Partai Republik Satu menyerahkan dokumen persyaratan pendaftarannya, dan sampai saat ini kami juga tidak mendapatkan informasi terkait dengan perubahan kepengurusan di Partai Republik Satu," tuturnya.

Hasnaeni 'Wanita Emas' Jadi Tersangka

Diketahui, Hasnaeni merupakan tersangka kasus dugaan korupsi penyimpangan atau penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada 2016-2020.

Selain menetapkan Hasnaeni sebagai tersangka, Kejagung menetapkan 2 tersangka lain, yakni pensiunan pegawai BUMN PT Waskita Beton Precast bernama Kristadi Juli Hardjanto (KJ) dan mantan Dirut PT Waskita Beton Precast inisial Jarot Subana (JS).

Kejagung kemudian menahan Hasnaeni dan KJ. Kedua tersangka akan ditahan secara terpisah.

"Tersangka H kita tahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung, sedangkan Tersangka KJ di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jaksel untuk 20 hari ke depan," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Kuntadi dalam konferensi pers di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (22/9).

Dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana PT Waskita Beton Precast tahun 2016-2020 ini, sebelumnya Kejagung menetapkan empat orang tersangka. Keempat tersangka itu adalah:

1. Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016-2020, Agus Wantoro
2. General Manager Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk periode 2016-Agustus 2020, Agus Prihatmono
3. Staf Ahli Pemasaran (Expert) PT Waskita Beton Precast, Benny Prastowo
4. Pensiunan Karyawan PT Waskita Beton Precast Tbk, Anugrianto

Simak juga video 'Mereka yang Berdalih Sakit Saat Hendak Diproses Hukum':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT