Masinton PDIP: Demokrat Berbenah Saja, Jangan Mellow

ADVERTISEMENT

Masinton PDIP: Demokrat Berbenah Saja, Jangan Mellow

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 22:24 WIB
Masinton Pasaribu
Politikus PDIP, Masinton PDIP. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Politikus PDIP Masinton Pasaribu bicara soal Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhyono (SBY) yang turun gunung soal dugaan Pemilu dan Pilpres 2024 akan curang dan tak adil. Masinton menilai sebaiknya Partai Demokrat berbenah diri ketimbang menjadi partai mellow atau lembut.

Pernyataan Masinton itu disampaikan saat diskusi Adu Perspektif dengan tema 'Membaca Manuver Tabloid, Dewan Kolonel, hingga Isu Dendam Lama' yang diselenggarakan detikcom dan Total Politik, Senin (26/9/2022). Masinton awalnya cerita bagaimana suara PDIP anjlok saat 2004 kemudian berbenah diri.

"PDIP selama 10 (tahun) berada di luar pemerintahan, PDIP berbenah, tidak menyalah-nyalahkan orang. Tidak pernah menyalahkan kekuasan bahwa seakan-akan kekuasaan itu menzalami PDIP," kata Masinton.

Berkaca dari pengalaman PDIP, Masinton kemudian memberikan saran kepada Partai Demokrat. Menurut Masinton, Demokrat tak perlu jadi mellow, namun berbenah diri.

"Nah umpama, katakan ini Demokrat, dari partai pemenang kemudian anjlok, tidak dipilih rakyat segalam macam dengan seperti suara tahun 2009, yang dilakukan itu berbenah saja, nggak perlu membangun apa, menjadi partai yang mellow," ujar Masinton.

Berbenah diri maksud Masinton adalah Partai Demokrat menampilkan politik yang pro terhadap masyarakat. Partai Demokrat, kata Masinton, tak perlu menuding atau bahkan menuduh kekuasaan.

"Dibenahi organisasinya, tampilkan politik yang memang benar-benar berpihak pada rakyat dan kemudian rakyat memberikan kepercayaan kembali. Bukan kemudian menyalah-menyalahkan, bakal ada begini, konon, segala macam," imbuhnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sempat menuding pernyataan SBY yang menduga akan adanya kecurangan dan ketidakadilan di Pemilu 2024 diarahkan kepada Presiden Jokowi. Demokrat menganggap pernyataan Hasto berlebihan.

Simak Video 'Manuver Dewan Kolonel, Hingga Dendam Lama':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT