ADVERTISEMENT

Selain Makassar, Musra Relawan Jokowi Juga Akan Digelar di Medan 30 Oktober

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 25 Sep 2022 22:19 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Gabungan relawan presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menggelar musyawarah rakyat (musra) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada 2 Oktober mendatang untuk menentukan suksesor Jokowi di Pilpres 2024 mendatang. Setelahnya, agenda musra ketiga akan digelar di Medan, Sumatera Utara pada 30 Oktober mendatang.

"24 (warga) kota kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan boleh terlibat di situ. Baru tanggal 30 Oktober di Medan, di Sumatera Utara. Jadi dari Pulau Jawa, Pulau Sulawesi, di Sumatera," kata Ketua Panitia Nasional Musra Panel Barus saat ditemui di Jl Warung Jati Timur, Jakarta Selatan, Minggu (25/9/2022).

Panel menjelaskan masing-masing wilayah akan menyetorkan nama capres maupun cawapres yang telah ditentukan dalam musra hingga 2023 mendatang. Setelahnya, panitia akan mengumumkan capres dan cawapres yang paling banyak diusulkan dari daerah.

"Setelah rally sampai dengan Maret minggu kedua 2023 di Jakarta nanti kita akan kalkulasi ulang, kita akan lihat," jelas Panel.

"Baru setelah bulan Mei, kita akan umumkan siapa yang kita dukung, berdasarkan hasil musra itu," tambahnya.

Panel memandang kegiatan musra ini merupakan alat mengetahui keinginan masyarakat akan sosok pemimpin setelah Jokowi. Sehingga, agenda musra turut membahas mengenai isu kebangsaan hingga program prioritas masyarakat sebelum memutuskan capres cawapres masyarakat di daerah tersebut.

"Karena musra ini alat untuk memotret apa sih keinginan rakyat keinginan tentang apa, tentang tadi (yaitu) isu agenda kebangsaan, isu program, isu karakter, isu kriteria, isu nama-nama, ini alat potret supaya kami nggak lari dari apa yang diinginkan oleh rakyat yang didukung nanti," ujarnya.

Panel juga menyampaikan, saat membuka musra di Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu, Jokowi berpesan agar musra ini melahirkan pemimpin yang dicintai rakyat. Menurut Jokowi, hal itulah yang menjadi kunci mewujudkan pemerintahan yang kuat.

"Karena kalau lahir pemimpin yang dicintai rakyat maka akan menghasilkan pemerintahan yang kuat bahwa musra adalah forumnya rakyat. Jadi saya pikir Pak Jokowi hadir di musra itu satu hal yang wajar karena kita undang dan tentu kehadiran beliau menambah bobot politik musra," terangnya.

Di samping itu, Panel juga meyakini musra memberikan ruang terbuka untuk memperkenalkan pemimpin-pemimpin tingkat wilayah menunjukkan potensinya sebagai suksesor Jokowi.

"Karena bukan tidak mungkin para pemimpin lokal ini bisa jadi cikal bakal pemimpin nasional ke depan kalau kita berkaca dari pengalaman Jokowi," tandasnya.

(taa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT