Senior PDIP Nilai SBY Pengalaman soal Jegal Pencapresan, PD Membela

ADVERTISEMENT

Senior PDIP Nilai SBY Pengalaman soal Jegal Pencapresan, PD Membela

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 21:36 WIB
Jakarta -

Politikus senior PDIP Panda Nababan menyoroti pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengatakan ada upaya agar Pilpres 2024 hanya diikuti 2 pasangan calon. Panda kemudian menyoroti suara Demokrat pada Pemilu 2009.

"Saya terus terang saja sejauh yang saya pahami, saya mendengar dia (SBY) bicara itu sedih. Karena apa? Sepertinya dia mengakui yang pernah dia lakukan, sepertinya. Artinya kok fasih betul ada kecurangan, ada ini. Seperti fasih, seperti akrab persoalan itu dengan dia," kata Panda, Rabu (21/9/2022).

Hal itu disampaikan dalam diskusi Adu Perspektif bertema "Adakah Skenario 'Mereka' Jegal Pencapresan?" yang tayang di detikcom dengan kolaborasi bersama Total Politik.

"Artinya kalau lihat omongannya sepertinya dia sudah punya pengalaman. Ada pengalamannya," imbuhnya.

Panda kemudian menyoroti Partai Demokrat yang menang Pemilu 2009. Dia heran dengan kemenangan itu karena Demokrat dinilai partai yang belum lama berdiri namun mendapatkan suara terbanyak.

"Ini kan partai buat saya sendiri sebagai orang partai, yang mendirikan juga partai. Partainya SBY ini terus terang saja buat gue satu hal yang menarik, unik. Baru lahir bisa melejit menjadi nomor satu, top. (Setelah pemilu kedua) Iya relatif dalam waktu yang singkat gitu lho. Dan dalam sejarah partai ndak ada," tutur Panda.

Panda lantas menyinggung Golkar yang memiliki suara terbanyak pada zaman Orde Baru. Selain itu, Panda juga memaparkan data-data kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu.

"Ada dulu sejarah partai gini waktu dulu waktu Golkar dalam kekuasaan melejit naik begitu. Itu dan di data-data yang ada sama saya, nomor 1 ya kan tahun 2009 dengan 148 kursi di DPR, kemudian tahun 2014 menjadi yang nomor 4, kemudian jadi nomor 7. Jadi nomor 1 dari sama sekali baru, kemudian ini," jelasnya.

Demokrat Membela SBY

Kepala BPOKK DPP Partai Demokrat Herman Khaeron yang juga hadir dalam diskusi itu memberikan pembelaan terhadap SBY. Dia menyebut Partai Demokrat menang pada pemilu 2009 karena pengaruh SBY yang maju sebagai calon presiden.

"Ini kan pemilihan presiden secara langsung. Di situlah fungsinya ada di situlah fungsinya ada coat tail effect, ketika ada calon presiden dan wakil presiden maka memang akhirnya juga partai terangkat di situ, apalagi rakyat juga merespons terhadap program-program prorakyat yang digulirkan oleh Pak SBY," kata Herman.

Herman lantas menjelaskan pernyataan SBY soal konteks tidak jujur dan adil. Dia menyebut yang disampaikan SBY itu adalah potensi.

"Jadi konteks kecurangan itu, bukan curang sebetulnya, koteksnya itu bisa tidak adil bisa tidak jujur. Karena ada setting untuk hanya menjadi 2 calon. Jadi bukan kemudian akan terjadi kecurangan suara, kecurangan apa, bukan ke situ konteksnya," jelasnya.

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT