SBY Duga Pilpres Diatur 2 Paslon, PAN Yakin Tak Ada Upaya Jegal Parpol

ADVERTISEMENT

SBY Duga Pilpres Diatur 2 Paslon, PAN Yakin Tak Ada Upaya Jegal Parpol

Nahda Utami - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 13:34 WIB
Viva Yoga Mauladi
Waketum PAN Viva Yoga Mauladi. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Partai Amanat Nasional (PAN) menanggapi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menduga ada upaya agar Pilpres 2024 hanya akan diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres yang dikehendaki. Menurut PAN, penentuan jumlah paslon itu ditentukan oleh partai politik (parpol).

"Tentang berapa jumlah paslon yang berkontestasi di Pilpres 2024 adalah domainnya partai politik. Sebab yang memiliki hak konstitusional untuk mengusung paslon adalah partai politik," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan, Senin (19/9/2022).

Viva menjelaskan parpol atau gabungan parpol dapat mengusulkan pasangan capres-cawapres dengan memenuhi persyaratan presidential threshold 20 persen. Hal itu, lanjut Viva, sesuai dengan Pasal Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

"Hal itu telah diatur di pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu bahwa partai politik atau gabungan partai politik mengusulkan pasangan capres/cawapres yang memenuhi persyaratan presidential threshold 20 persen kursi DPR RI," jelasnya.

Viva mengatakan sampai saat ini koalisi parpol masih dinamis. Viva juga melihat tidak ada upaya menjegal parpol untuk membentuk koalisi dalam rangka memenuhi persyaratan PT 20 persen.

"Saat ini koalisi partai politik masih dalam kondisi dinamis dan cair. Masih ada tiga poros yang memenuhi syarat PT 20 persen, yakni KIB, PDI Perjuangan, dan Gerindra-PKB. Sedangkan yang belum menyatakan berkoalisi adalah Nasdem, PD, dan PKS," ujar Viva.

"Menurut saya, tidak ada upaya jegal-menjegal partai politik untuk berkoalisi atau bergabung dalam memenuhi persyaratan PT 20%. Seluruh partai politik itu mandiri dan memiliki eksistensi," sambungnya.

Terkait adanya potensi tindakan tidak jujur dan tidak adil pada Pemilu 2024, Viva mengajak agar seluruh parpol bekerja sama untuk menjaga kemurnian suara pada Pemilu 2024 nanti. Menurutnya, setiap parpol harus mengawal setiap suara yang ada.

"PAN setuju dengan Pak SBY agar seluruh partai politik bekerja sama dan secara simultan untuk menjaga kemurnian suara dan kedaulatan rakyat di Pemilu 2024 melalui proses penyelenggaraan pemilu yang berkualitas dan berintegritas," ucap Viva.

Lebih lanjut, dia meminta agar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sebaiknya meningkatkan kualitas pengawasan Pemilu 2024. Menurutnya, penyelenggara pemilu haruslah memberikan akses kepada seluruh pihak untuk bersama-sama memantau Pemilu 2024.

"Di samping itu, Bawaslu harus meningkatkan kualitas pengawasannya agar pemilu luber dan jurdil. Penyelenggara pemilu harus memberikan akses dan persetujuan yang luas bagi pemantau pemilu yang berasal dari lembaga-lembaga independen, dan juga pers," imbuhnya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT