ADVERTISEMENT

Gerindra Sepakat Usul Megawati Agar Nomor Urut Parpol Tak Diganti

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 11:07 WIB
Ahmad Muzani
Foto: Ahmad Muzani (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Gerindra sepakat dengan usulan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri agar nomor urut partai politik (parpol) di Pemilu 2024 tak diubah. Gerindra mengaku tidak keberatan dengan usulan tersebut.

"Saya kira sebagai pandangan, sesuatu yang bisa diterima. Akan tetapi kalau itu menjadi sebuah kesepakatan, Gerindra nggak keberatan," kata Muzani kepada wartawan, Selasa (20/9).

"Memang itu akan memberi efisiensi paling tidak di internal partai masing-masing di dalam mengeluarkan biaya Pemilu, dalam sosialisasi nomor urut," lanjutnya.

Muzani menilai usul Megawati menjadi cara para parpol menghemat biaya saat gelaran pesta demokrasi lima tahunan itu. Menurutnya, alasan Megawati cukup logis.

"Sehingga pandangan Bu Mega menginginkan cara penghematan saya kira itu sesuatu yang logis," kata dia.

Muzani mengatakan tak tertutup kemungkinan usul Megawati itu direalisasikan. Namun, lanjutnya, itu harus menjadi kesepakatan bersama.

"Oh, saya kira itu asal itu jadi sebuah kesepakatan partai-partai peserta pemilu, KPU, Pemerintah, Bawaslu, DPR menjadi sebuah keputusan saya kira itu bisa. Mestinya bisa, karena itu tidak diatur, itu masuk dalam tahapan pemilu," kata Wakil Ketua MPR itu.

Muzani menjelaskan, pengundian nomor urut parpol termasuk dalam tahapan pemilu. Karena itu, harus ada kesepakatan bersama untuk nomor urut parpol tetap seperti pemilu sebelumnya.

"Tahapan pemilu itu kan sampai di atasnya kan pengambilan nomor urut peserta Pemilu. Pengambilan nomor urut itu sudah disepakati ya sudah nomor urut yang lama. Mestinya nomor urut itu kita sepakatnya di situ. Jadi di tahapan itu dia memungkinkan," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengusulkan penomoran partai di Pemilu 2024 tidak usah diganti. Dia memberi usul penomoran partai memakai nomor yang didapat pada pemilu periode sebelumnya untuk menghemat alat peraga.

"Jadi dari pihak PDIP, kami mengusulkan kepada KPU untuk melihat kembali, tapi pengalaman dua kali pemilu sebenarnya yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa itu terlalu menjadi beban bagi partai," kata Megawati di Seoul, Korea Selatan, Jumat (16/9/2022).

"Karena secara teknis itu kan harus ganti lagi dengan bendera atau alat peraga yang begitu banyak, sehingga bagi kami itulah yang saya sampaikan," lanjutnya.

Megawati mengaku sudah mengusulkan hal itu ke KPU dan Bawaslu. Menurutnya, KPU memahami makna usulan tersebut.

"Saya tentu sebagai partai saya bilang boleh saja dong mengusulkan. Nanti kalau partai lain saya belum tahu, tapi ini prinsip saya lihat KPU sangat bisa mengerti dan berkeinginan seperti itu. Jadi saya bilang yang pemilu lalu itu sudah tarik nomor itulah nomornya," ucapnya.

Dengan begitu, kata Megawati, partai lama yang sudah ikut pemilu tidak usah mengambil nomor lagi. Sementara hanya partai barulah yang mengambil nomor.

Simak Video 'Cak Imin Setuju dengan Megawati soal Nomor Urut Parpol Tak Diubah':

[Gambas:Video 20detik]



(fca/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT