ADVERTISEMENT

Mega Usul Nomor Urut Parpol Tetap, Desmond: Mungkin Konsultasi dengan Dukun

Nahda Utami - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 15:36 WIB
Desmond J Mahesa (Rolando-detikcom)
Foto: Desmond J Mahesa (Rolando-detikcom)
Jakarta -

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengusulkan agar nomor urut parpol tidak diubah di Pemilu 2024 nanti. Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Desmond J Mahesa menyebut mungkin Megawati berkonsultasi dengan dukun.

"Bu Mega itu berpendapat, mungkin hasil konsultasi dengan dukun ya," kata Desmond kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Menurutnya, Megawati berpikir, nomor urut yang dipakai PDI-P pada pemilu sebelumnya bagus. Oleh karena itu, lanjut Desmond, Megawati ingin partainya memakai kembali nomor urut tersebut.

"Ya, karena nomor bagus, beliau sampaikan sesuai dengan pesan dukun kan," jelasnya.

Desmond kemudian kembali berkelakar saat ditanya seperti apa tanggapannya soal nomor urut Partai Gerindra di Pemilu mendatang. Dia mengaku akan bertanya pada dukun.

"Saya juga mau bertanya sama dukun. Apakah nomor Gerindra yang lalu bagus atau tidak ya," ujar Desmond lagi diiringi tawa awak media.

"Ya kan kita bertanya ama dukun. Bu Mega sesuai dengan dukun, Gerindra juga akan konsultasi dengan dukunnya," ujarnya.

Meski begitu, ia menanggapi pernyataan Megawati yang mengusulkan tidak mengubah nomor urut partai agar dapat menghemat anggaran atribut partai. Desmond mengatakan anggaran sebenarnya sudah ada.

"Pertanyaannya menghemat anggaran dari parpol apa, anggarannya sudah ada kok. Cuma tinggal diproses di komisi," katanya.

Sementara itu, Waketum Partai Gerindra Habiburokhman menyambut baik usulan Megawati terkait nomor urut parpol tidak diubah. Menurutnya, usulan itu akan efektif dari segi efisiensi anggaran.

"Kalau menurut saya bagus ya ide tersebut. Kenapa? Karena itu cost-nya besar sekali kalau mesti cetak lagi nomor urut yang berbeda. Dari segi efisiensi ya," jelas Habiburokhman.

"Di Pileg juga begitu, bisa sepertiganya biaya itu, alat peraganya. Jadi jangan pula dibilang, 'wah kampanyenya harus lebih dialogis'. Sudahlah, kita semua paham semuanya perlu, kampanye dengan alat peraga perlu, kampanye dialogis lebih perlu, tapi nggak bisa diabaikan. Jangan naiflah," sambungnya.

Simak video 'Komisi II Buka Kemungkinan Bahas Nomor Parpol Tak Diganti dengan KPU':

[Gambas:Video 20detik]



Baca halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT