ADVERTISEMENT

'Dewan Kolonel' Loyalis Puan, Serius atau Guyonan?

Rolando Fransiscus Sihombing, Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 08:09 WIB
Puan Maharani berfoto dengan anggota DPR Fraksi PDIP usai sidang tahunan
Ketua DPR RI Puan Maharani bersama anggota Fraksi PDIP DPR RI. (Firda Cynthia Anggrainy/detikcom)
Jakarta -

Elite PDI Perjuangan (PDIP) di parlemen Senayan bersatu dalam forum 'Dewan Kolonel' mendukung Ketua DPR RI Puan Maharani maju di Pilpres 2024. Sebagai loyalis Puan, 'Dewan Kolonel' punya sejumlah tugas menyongsong Pilpres 2024.

Anggota DPR RI F-PDIP Hendrawan Supratikno yang tergabung dalam 'Dewan Kolonel' menilai muncul forum tersebut tak perlu dibesar-besarkan. Forum lintas komisi itu, menurut Hendrawan, untuk bertukar informasi menyongsong 2024.

"Menganalisis berbagai fenomena dan peristiwa politik yang relevan, dan mempersiapkan hal-hal yang perlu disarankan via pimpinan fraksi (Pak Utut Adianto dan Pak Bambang Wuryanto)," kata Hendrwan kepada wartawan, Selasa (20/9).

Awal Mula dan Anggota 'Dewan Kolonel'

Koordinator 'Dewan Kolonel', Trimedya Panjaitan menceritakan 'Dewan Kolonel' digagas oleh anggota DPR F-PDIP setelah ada arahan Puan Maharani sebagai pembina Fraksi PDIP. Usulan 'Dewan Kolonel' murni dari anggota F-PDIP.

"Kemudian masuk ruang pimpinan fraksi, Johan Budi bilang kita loyalis mbak harus buat sesuatu, Dewan Kolonel. Kita tunjukan bahwa kita loyalis Mbak," ucap Trimedya saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

"Ya sudah dia bilang gue jadi koordinator jadilah pada saat itu. Kemudian pas Pak Utut ke luar kota sama Mbak disampaikan sama Pak Utut, mbak seneng. Sudah gitu aja tidak ada program yang rigid," imbuhnya.

Trimedya PandjaitanPolitikus PDIP Trimedya Panjaitan. (Ari Saputra/detikcom)

Trimedya mengakui 'Dewan Kolonel' terdiri dari anggota DPR PDI dari Komisi I sampai XI Fraksi PDIP. Apa yang dilakukan 'Dewan Kolonel' di setiap komisi, kata Trimedya, dilakukan di dapil juga.

"Tapi semua dimulai dari Komisi I sampai XI. Apa yang bisa kita lakukan setiap komisi kita lakukan di dapil juga. Kalau bahasanya Pacul kan bagaimana mewangikan Mbak Puan di dapil kita masing-masing," ujar Trimedya di kompleks parlemen.

"Kalau program rigid nggak, tapi kita merasa kita khawatir kalau bukan darah Bung Karno ini nasib keluarga Bung Karno sama seperti nasib keluarga Suharto di Golkar. Itu juga ada kekhawatiran. Lihat saja keluarga Pak Harto di Golkar kan seperti apa padahal Golkar yang dirikan Golkar dari nol," ucapnya.

Berikut daftar anggota 'Dewan Kolonel' Puan yang disampaikan Trimedya Panjaitan:
Pencetus 'Dewan Kolonel': Johan Budi S Prabowo
Koordinator 'Dewan Kolonel": Trimedya Panjaitan
Komisi I: Dede Indra Permana, Sturman Panjaitan
Komisi II: Junimart Girsang
Komisi III: Trimedya Panjaitan
Komisi IV: Riezky Aprilia
Komisi V: Lasarus
Komisi VI: Adi Satriyo Sulistyo
Komisi VII: Dony Maryadi Oekon
Komisi VIII: My Esti Wijayati
Komisi IX: Abidin Fikri
Komisi X: Agustin Wilujeng
Komisi XI: Hendrawan Supratikno, Masinton Pasaribu

"Jenderal cuma dua jenderal Pacul dan jenderal Utut," imbuh Trimedya.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan Video 'Alasan Ganjar Tak Diundang Saat Puan Bahas 2024 di Jateng':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT