ADVERTISEMENT

Media Asing Sebut Jokowi Pertimbangkan Endorse Prabowo, Gerindra Tak Mau Geer

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 22:11 WIB
Ahmad Muzani di Brebes, Minggu (28/8/2022).
Foto: Imam Suripto/detikJateng
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan mempertimbangkan secara serius untuk mendukung Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengaku bersyukur jika endorse dari Jokowi itu benar terjadi.

"Kalau kemudian ada dukungan dari presiden Joko Widodo, waduh itu kami sangat berbesar hati. Buat kami itu support yang tiada tara," kata Muzani dalam keterangannya, Selasa (20/9/2022).

Namun, Muzani mengatakan Gerindra tak mau geer. Dia tak mau kabar itu malah bertepuk sebelah tangan.

"Kalau betul. Tapi masalahnya, jangan-jangan kami yang geer, itu soalnya. Karena itu kami juga tidak mau Nggege Mongso, kami tidak mau ini hanya sesuatu yang bertepuk sebelah tangan. Karena itu ya, kalo itu betul Alhamdulillah, kami syukuri dan kami ikut berbangga hati," ucap dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Desmond J Mahesa bicara soal promosi atau dukungan dari Jokowi untuk para bakal Capres 2024. Dia menyebut Jokowi hendak mencari selamat.

"Ya kalau Jokowi kan meng-endorse siapa saja. Ganjar, Erick Thohir, Pak Sandi, ke semua mungkin dia cari selamat saja. Siapapun presidennya, dia (Jokowi) selamat dari masalah dia yang sekarang tidak beres," kata Desmond kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/9).

Hal itu disampaikan Desmond saat ditanya soal pemberitaan media Singapura, The Straits Times, yang berjudul 'Jokowi to decide presidential hopeful he'll endorse, has no plans to run for V-P in 2024: Sources'. Dalam artikel itu, Jokowi disebut mempertimbangkan secara serius untuk meng-endorse Prabowo pada Pilpres 2024.

Desmond kemudian bicara soal penting atau tidaknya dukungan Jokowi untuk Ketua Umum (Ketum) Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Desmond mengatakan tak ada masalah jika Jokowi tak meng-endorse Prabowo.

"Penting tidak penting (dukungan). Kita lihat saja nanti. Kalau didukung syukur, kalau nggak didukung, juga nggak ada masalah," ujar Desmond.

(maa/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT