Megawati Usul Nomor Urut Parpol Tak Diubah, Mardani: Ide Bagus, Tapi...

ADVERTISEMENT

Megawati Usul Nomor Urut Parpol Tak Diubah, Mardani: Ide Bagus, Tapi...

Nahda Utami - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 22:01 WIB
Mardani Ali Sera. (Screenshot video Mardani Ali Sera).
Foto: Mardani Ali Sera. (Screenshot video Mardani Ali Sera).
Jakarta -

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak setuju usulan Presiden ke- 5 RI sekaligus Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, soal nomor urut parpol tidak diubah. PKS menilai pengundian nomor urut parpol sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Tidak bisa. Aturan Undang-Undang Pemilunya mewajibkan ada pengundian nomor urut peserta pemilu seperti tertera dalam Pasal 179 Ayat 3. Dilakukan dalam sidang pleno KPU" kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Senin (19/9/2022).

Mardani mengatakan usulan dapat diterima apabila ada revisi terkait aturan tersebut. Namun, di sisi lain dia menyebut parpol baru akan merasa diperlakukan berbeda jika nomor urut tak lagi diundi.

"Kecuali ada revisi aturan di atas. Plus partai baru bisa merasa diperlakukan tidak setara karena start yang beda dengan yang lama," jelasnya.

Mardani menilai usulan Megawati itu ide yang bagus meski harus mengubah aturan dasarnya. Namun, kalaupun aturanya telah diubah dia yakin akan partai baru akan menggugat.

"Idenya bagus, tapi aturannya mesti diubah dan sekali lagi bisa digugat parpol baru," ujar Mardani.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengusulkan penomoran partai di Pemilu 2024 tidak usah diganti. Dia memberi usul penomoran partai memakai nomor yang didapat pada pemilu periode sebelumnya untuk menghemat alat peraga.

"Jadi dari pihak PDIP, kami mengusulkan kepada KPU untuk melihat kembali, tapi pengalaman dua kali pemilu sebenarnya yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa itu terlalu menjadi beban bagi partai," kata Megawati di Seoul, Korea Selatan, Jumat (16/9/2022).

"Karena secara teknis itu kan harus ganti lagi dengan bendera atau alat peraga yang begitu banyak, sehingga bagi kami itulah yang saya sampaikan," lanjutnya.

Megawati mengaku sudah mengusulkan hal itu ke KPU dan Bawaslu. Menurutnya, KPU memahami makna usulan tersebut.

"Saya tentu sebagai partai saya bilang boleh saja dong mengusulkan. Nanti kalau partai lain saya belum tahu, tapi ini prinsip saya lihat KPU sangat bisa mengerti dan berkeinginan seperti itu. Jadi saya bilang yang pemilu lalu itu sudah tarik nomor itulah nomornya," ucapnya.

Dengan begitu, kata Megawati, partai lama yang sudah ikut pemilu tidak usah mengambil nomor lagi. Sementara hanya partai barulah yang mengambil nomor.

"Yang belum tertarik nomor itu, silakan dari partai-partai yang akan masuk dan sedang diverifikasi, sehingga dengan demikian suatu saat ke depannya nomor itu kepegang terus sehingga tentunya dari sisi pendidikan pembelajaran kepada rakyat, rakyat itu kan nantinya sudah pasti bertanya-tanya," ucapnya.

"Usulan ini kan kalau saya lihat ini prinsip sangat bisa dimengerti. Nanti kalau belum tentu mau, ya itu saya nggak tahu. Tapi dari sisi kami, kami merasa itu bahan yang tidak terpakai lagi, karena gambarnya sama, nomornya yang berbeda," imbuh Megawati.

(nhd/eva)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT