Heboh Bjorka, Pimpinan Komisi II DPR Ungkit Isu Hacker China di Pemilu 2014

ADVERTISEMENT

Heboh Bjorka, Pimpinan Komisi II DPR Ungkit Isu Hacker China di Pemilu 2014

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 12 Sep 2022 13:08 WIB
Rapat di Komisi II DPR, Senin (12/9/2022). (Nahda Rizki Utami/detikcom).
Foto: Rapat di Komisi II DPR, Senin (12/9/2022). (Nahda Rizki Utami/detikcom).
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Syamsurizal mewanti-wanti Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) soal pengamanan data pemilu dari keberadaan hacker Bjorka. Syamsurizal mengaku khawatir keberadaan Bjorka membuat penyelenggaraan pemilu menjadi tercela.

"Hari ini di harian-harian ibu kota dan di berita harian nasional kita baca persoalan data presiden pun sudah sedang dibongkar oleh kelompok Bjorka itu, jadi tadi sudah disinggung tentang keberadaan Bjorka kita khawatir ini menjadi semacam alat yang membuat hasil penyelenggaraan pemilu menjadi tercela," kata Syamsurizal saat rapat Komisi II DPR, Senin (12/9/2022).

Syamsurizal kemudian mengungkit isu hacker di Pemilu 2014. Dia mengungkit adanya isu 250 hacker asal China yang mencemari Pemilu 2014.

"Seperti terjadi pada Pemilu 2014 lalu ada sekitar 250 para hacker dari China yang dikatakan apakah itu hoax apakah itu benar tapi ini sempat mencemari penyelenggaraan pemilu kita. Dikatakan di situ 250 itu yang menghacker data-data yang membuat salah satu pasangan menjadi menang dan suatu pasangan menjadi kalah," ujarnya.

Dia kemudian menyinggung hacker Bjorka yang menyebut telah membongkar data Menteri BUMN Erick Thohir hingga Menkominfo Johnny Plate. Oleh karena itu, dia meminta Bawaslu untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran data terkait data pemilu.

"Nah ini yang patut kita jadikan pedoman kita menyusun dan mengemas persoalan peraturan Bawaslu yang kita bahas. Hari ini faktanya sampai hari ini data Erick Thohir sudah dibongkar oleh Bjorka data pribadi, termasuk juga Menteri Kominfo yang mengelola informasi pun dibongkar data pribadinya," kata Syamsurizal.

"Nah ini yang patut kita cemaskan bagaimana pihak Bawaslu mengantisipasi hal ini dan ke depan menimbulkan semacam kepercayaan masyarakat kita yakin dengan segala macam teknologi Bjorka tidak akan masuk berubah dan melakukan hackingnya ke dalam pendataan kita khususnya data pemilu," imbuhnya.

Hacker Bjorka sebelumnya menjual data pengguna sampai mengumbar ada kebocoran data registrasi SIM card prabayar yang isinya meliputi NIK, nomor KK, nomor telepon, dan tanggal registrasi.

Bahkan, ia juga membeberkan data pribadi Menkominfo Johnny G Plate dan mengaku mempunyai dokumen rahasia Presiden RI milik Joko Widodo (Jokowi). Terakhir, Bjorka juga mengatakan siapa otak pembunuhan aktivis Munir pada 2004.

Bjorka juga menyenggol sejumlah pejabat tinggi di Twitter, mulai dari Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, Ketua DPR Puan Maharani, sampai Menteri BUMN Erick Thohir. Denny Siregar juga tak luput dicolek Bjorka.

Hal itu diketahui dari cuitan terakhir @bjorkanism pada hari ini, Minggu (11/9/2022). Saat ini, akun Bjorka sudah tidak dapat diakses.

Simak juga video 'Hacker Bjorka Ancam Bakal Bocorkan Data Pertamina':

[Gambas:Video 20detik]



(nhd/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT