Bawaslu: Beban Penyelenggara Makin Bertumpuk Jika Pilkada September 2024

ADVERTISEMENT

Bawaslu: Beban Penyelenggara Makin Bertumpuk Jika Pilkada September 2024

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 27 Agu 2022 21:21 WIB
Rahmat Bagja
Ramhat Bagja (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan jika pilkada dilaksanakan pada September 2024 adanya kemungkinan jarak yang ketat dengan pileg maupun pilpres. Dia khawatir hal itu akan membuat beban penyelenggara akan bertumpuk.

"Kami menunggu hasil nanti saja antara Komisi II pemerintah dan KPU, karena bagi kami sekarang tahapan masih berlangsung. Irisan tahapan kemungkinan sangat ketat sehingga banyak kesulitan apalagi sampai September," kata Bagja di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (27/8/2022).

"Tapi itu tergantung dari hasil pembicaraan antara KPU pemerintah dan juga DPR," tambahnya.

Bagja juga berbicara soal adanya kemungkinan pemungutan suara ulang (PSU) yang tentu akan memakan waktu. Lalu, juga ada sengketa pemilihan kepala daerah.

"Karena kalau dia bulan September, maka pencalonan itu tiga bulan tarik? Mungkin ya kalau tiga bulan tarik itu mungkin sekitar bulan Mei masih sengketa dari MK. Belum ada PSU (pemungutan suara ulang) lagi, nanti sudah kampanye. Pencalonan. Sengketa pencalonan kepala daerah itu banyak," katanya.

"Banyak sekali akses dari hal demikian, tapi itu tergantung saja, tapi sih ndak ada masalah mau September mau November ya silakan, yang jelas yang diperhitungkan adalah beban penyelenggara maka akan semakin bertumpuk beban penyelenggara," tambahnya.

Usulan Pilkada Dipercepat ke September 2024

Sebelumnya, Ketua KPU Hasyim Asy'ari berbicara mengenai pemilihan kepala daerah (pilkada) digelar September 2024. Menurutnya, salah satu alasan adalah jika pemungutan suara dilakukan November 2024 maka pelantikan pemenang pilkada secara serentak pada Desember 2024 akan sulit tercapai.

"Kami pada saat audiensi dengan presiden berbincang soal ini. Kira-kira kemungkinannya yang paling rasional atau memungkinkan, the most possible, kita akan ajukan supaya coblosannya September," ujar Hasyim dalam diskusi bertajuk 'Menyongsong Pemilu 2024: Kesiapan, Antisipasi dan Proyeksi' yang disiarkan melalui kanal YouTube BRIN Indonesia, Kamis (25/8).

Selengkapnya pada halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT