ADVERTISEMENT

Hari Konstitusi, Ma'ruf Amin Bicara Pengelolaan SDA hingga Ego Personal

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 14:27 WIB
Wapres Maruf Amin (dok. Setwapres)
Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin bicara pengelolaan sumber daya alam (SDA) oleh negara harus sesuai dengan yang telah dimandatkan UUD 1945. Ma'ruf mengatakan pengelolaan SDA ditujukan untuk kesejahteraan rakyat.

Hal itu disampaikan Ma'ruf dalam pidatonya pada peringatan Hari Konstitusi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/8/2022). Ma'ruf mengatakan peran negara sangat besar dalam penguasaan SDA serta cabang produksi yang penting.

"Peran negara dalam penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam serta cabang-cabang produksi yang penting bagi negara juga sangat besar, yang ditujukan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan dan keadilan," kata Ma'ruf dalam pidatonya.

Ma'ruf kemudian mengungkit Pasal 33 UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa sistem ekonomi yang dikembangkan berbasis kolektif ketimbang berbasis persaingan individu. Ma'ruf menyebut, apabila pasal itu dijalankan dengan baik, pembangunan ekonomi tak akan menciptakan ketimpangan.

"Pasal 33 UUD 1945 secara tersurat dan tersirat sebetulnya telah menjadi pandu ekonomi agar semangat kegiatan ekonomi bersama/kolektif melalui koperasi melampaui perekonomian yang diinisiasi oleh orang per orang atau individu," kata Ma'ruf.

"Jika Pasal 33 UUD 1945 tersebut dijalankan dengan lurus, pembangunan ekonomi tidak akan memunculkan paradoks antara pertumbuhan dan pemerataan. Pertumbuhan ekonomi yang dicapai tidak akan diiringi oleh ketimpangan," imbuh dia.

Di situasi pandemi COVID-19 saat ini, Ma'ruf menekankan bahwa konstitusi harus dapat menjadi landasan kebangkitan ekonomi. Dia mendorong regulasi yang dibentuk harus mengedepankan keadilan dan kemanusiaan.

"Agar konstitusi bisa menjadi landasan kebangkitan ekonomi pasca pandemi, maka regulasi yang dibentuk harus mengedepankan keadilan dan kemanusiaan, serta ditopang dengan fungsi penjaga ketertiban," katanya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menuturkan bahwa konstitusi menjadi panduan agar negara membangun sistem yang lebih kuat pasca-pandemi. Dia berpesan agar semua pihak harus melepaskan ego personal dan ego kelompok demi kepentingan bangsa.

"Dengan kata lain, konstitusi menjadi pandu bagi kita untuk membangun sistem yang lebih kuat pascapandemi, yang dipenuhi dengan spirit kemuliaan dan kebaikan, cermat menyerap aspirasi rakyat, mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi/golongan," kata Ma'ruf.

"Kita harus bisa melepaskan ego personal, atau ananiyah fardiyah kita juga harus melepaskan ego kelompok ananiyah daifiyah supaya bisa memenuhi panggilan Tanah Air bangsa dan negara. Kita bersyukur diberikan Allah anugerah SDA yang besar dan banyak, bahkan banyak yang tidak dimiliki oleh negara lain," ujarnya.

(fca/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT