ADVERTISEMENT

Strategi Utama Gerindra Disebut Koalisi dengan PDIP, Bukan PKB

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 22:02 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan pelanggaran Pemilu, Selasa (19/7/2022). Laporan itu diajukan 3 Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM siang ini.
Ray Rangkuti (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Pendiri Lingkar Madani Ray Rangkuti merasa tidak terlalu yakin Ketum Gerindra Prabowo Subianto akan diduetkan dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) pada Pilpres 2024. Ray juga menilai strategi utama Gerindra adalah berkoalisi dengan PDIP.

"Saya bahkan tidak terlalu yakin kalau Pak Prabowo dicalonkan dengan Cak Imin, tidak terlalu yakin saya itu," kata Ray dalam diskusi kerjasama detikcom dan total politik yang berjudul 'Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela' yang tayang di detikcom, Rabu (10/8/2022).

"Jadi kalau tadi Bung Umam mengatakan sangat memungkinkan Gerindra untuk mengambil Cak Imin sebagai teman koalisi, justru yang saya lihat sebetulnya adalah pihak PKB yang mau mendekati Gerindra," katanya. Pada diskusi ini juga hadir Direktur Eksekutif Indostrategic Ahmad Khoirul Umam.

Ray pun menjabarkan alasannya menilai PKB yang mendekati Gerindra. Dia menyebut isu koalisi PKB dan Gerindra awalnya dimunculkan oleh Gerindra.

"Pertama misalnya ketika isu ini muncul lebih dahulu itu datangnya dari PKB, bahwa ada keinginan menduetkan Pak Prabowo dengan Cak Imin. Ketika pendaftaran kemarin saya kira Cak Imin yang datang duluan ke KPU baru kemudian Pak Prabowo datang belakangan. Dari beberapa situasi lapangan itu justru saya membaca PKB memiliki keinginan yang kuat untuk disandingkan dengan Gerindra," kata dia.

Menurut Ray Rangkuti, Gerindra sendiri belum menyatakan diri akan bergabung dengan PKB. Menurutnya Gerindra masih berpotensi bergabung dengan partai lain, salah satunya PIDP.

"Tapi Gerinda sendiri belum menyatakan diri akan bergabung degan PKB karena mereka punya potensi untuk bergabung dengan partai politik yang lain, dalam hal ini PDI Perjuangan," sebutnya.

Lebih lanjut, Ray menilai strategi utama Gerindra adalah berkoalisi dengan PDIP. Namun, menurutnya, Gerindra juga akan senang jika PKB turut bergabung.

"Makanya ketika PKB datang tentu saja Gerindra senang, sebetulnya bacaan saya bukan strategi utama mereka, strategi utama mereka adalah bagaimana mereka menduetkan diri dengan PDIP perjuangan kalau PKB masuk ya tentu saja mereka senang, memang sesuai yang diharapkan, tetapi tidak konteks prioritas itu," tutur dia.

(lir/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT