ADVERTISEMENT

Gerindra dan PKB Dinilai Kawin Paksa Belaka

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 21:26 WIB
Dosen Ilmu Politik & International Studies, Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam (Dok istimewa)
Foto: Ahmad Khoirul Umam (Dok istimewa)
Jakarta -

Direktur Eksekutif Indostrategic Ahmad Khoirul Umam menilai terjadi 'kawin paksa' antara Partai Gerindra dan PKB saat ini. Sebab, menurutnya, secara basis ideologi kedua partai itu sangat jauh berbeda.

"Kawin paksa saya pikir terjadi saat ini, apa buktinya, buktinya saya pikir kalau tadi yang disebutkan Mas Adi (Adi Prayitno, red), Gerindra dan PKB, bagi saya itu bukan faktor ideologi sama sekali, secara basis ideologi itu sangat jauh, itu gap-nya sangat jauh," kata Umam, Rabu (10/8/2022).

Hal itu disampaikan dalam diskusi detikcom dan Total Politik yang berjudul 'Menuju Koalisi: Kawin Paksa Vs Sukarela' yang tayang di detikcom. Umam kemudian memaparkan analisisnya tentang apa yang terjadi pada Pilpres 2014 dan 2019.

"Apalagi kita berkaca dari 2014 dan 2019, di mana dulu misalnya let's say Pak Prabowo ya, itu menikmati dan juga merasakan bagaimana euforia yang didorong kekuatan Islam, saya harus katakan kelompok Islam kanan dan itu memberikan insentif elektoral yang cukup memadai," jelasnya.

Umam menilai PKB merepresentasikan warga Nahdlatul Ulama atau Nahdliyin. Nahdliyin, menurut Umam, bisa merespons kekuatan Islam kanan.

"Kemudian tadi Gerindra, PKB sebagai representasi kekuatan politik Nahdliyin mengakomodir kekuatan politik Islam moderat yang merespons, meng-counter kekuatan Islam yang kanan tadi, artinya apa? Kalau kita bicara ideologi hampir tidak bertemu ini, ini air dan minyak, ini kekuatan konservatif dengan kekuatan moderat," tuturnya.

Umam kemudian berkelakar mengenai berkah pandemi Covid-19 bagi dunia politik saat ini. Dia menganalogikan strategi politik saat ini dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Inilah berkah dari pandemi, apa berkahnya? Pintar untuk 'bercuci tangan', menjaga jarak, dan menggunakan 'masker'. Supaya apa? Supaya tidak ketahuan. Tapi masyarakat kita yang tentu memiliki literasi politik yang memadai tentu bisa memahami apa perbedaan ini," jelasnya.

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

Saksikan Video 'Pantun Cak Imin soal Wacana Koalisi PKB-Gerindra':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT