Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Mohammad Choirul Anam dihubungi dan bertemu dengan Sambo setelah Yosua meninggal di rumah dinas Sambo. Pertemuan itu terjadi pada Senin, 11 Juli 2022, di Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri. Itu adalah hari ketika kasus kematian Yosua diumumkan untuk pertama kalinya.
Kala itu, Sambo, yang masih menjabat Kepala Divpropam, meminta Anam datang ke ruangannya karena diduga hendak mempengaruhinya. Namun Anam tidak mengetahui apa yang ingin disampaikan Sambo dari undangan tersebut. Karena memiliki kedekatan profesional dengan Sambo, Anam kemudian menyanggupi undangan Sambo untuk bertemu.
Memang, dalam mengerjakan tugas masing-masing, mereka kerap berkoordinasi. Keduanya juga pernah sama-sama bekerja mengungkap kasus pembunuhan para anggota laskar FPI atau biasa dikenal dengan kasus Km 50.
Kenapa saya bisa bertemu dengan Pak Sambo? Karena memang biasanya hampir banyak kasus yang saya kirim surat ke Propam maupun ke Bidpropam di polda-polda dan sebagainya,
Anam tidak mengira, dalam pertemuan di Divpropam itu, Sambo menangis seraya memberikan narasi pelecehan yang dilakukan Yosua kepada istrinya serta tembak-menembak antara Bharada E dan Yosua. Kepada Anam, Sambo mengaku tidak ada di tempat saat terjadi pelecehan.
Anam sama sekali tidak tahu fakta sesungguhnya.
Ketemu, (Sambo) cuma nangis-nangis. Saya nggak tahu apa yang terjadi
Sebelum bertemu dengan Sambo di Divpropam Mabes Polri, Anam mengaku sudah melaporkan kepada Ketua Komnas HAM Taufan Damanik. Taufan mengizinkannya karena tidak melihat ada hal serius dari hal tersebut. Kala itu Taufan memang belum mengetahui kasus pembunuhan Yosua di rumah Sambo.
Mohammad Choirul Anam adalah komisioner yang mengemban tugas pemantauan dan penyelidikan di Komnas HAM sejak 2020. Sebelum menjabat komisioner, Anam dikenal sebagai aktivis HAM. Dia sempat bekerja di sejumlah lembaga nonpemerintah, antara lain Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dan Komite Aksi Solidaritas untuk Kasus Munir.