Putar Suara
Putar Device Anda untuk gambar yang lebih baik

Tak Punya Kaki, Bambang Modifikasi Motor untuk Difabel

Fotografer
Gilang Faturahman

Di salah satu sudut Kota Tangerang Selatan, percikan api dan denting besi beradu dari sebuah bengkel menjadi irama yang mengiringi perjuangan melawan keterbatasan.

Antara rangka besi dan roda, sebuah harapan dirakit menjadi kendaraan roda tiga yang dapat membantu penyandang disabilitas bergerak lebih mandiri.

Bambang Catur (53), penyandang disabilitas yang kehilangan kedua kakinya akibat kecelakaan kerja, mempertegas bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak dan berkarya.

Pengalaman hidup yang dijalaninya membuat Bambang memahami kebutuhan mobilitas penyandang disabilitas. Ia pun memilih terjun ke dunia modifikasi kendaraan bermotor meski sebelumnya bukan seorang montir dan tidak memiliki latar belakang otomotif.

Ia mempelajari teknik pengelasan dan pembuatan konstruksi sepeda motor dari berbagai ahli. Butuh waktu lebih dari tiga tahun buat Bambang untuk menguasai keterampilan tersebut.

Pada awal 2004, Bambang mendirikan bengkel modifikasi kendaraan. Kini bengkel tersebut menjadi tempat bagi para penyandang disabilitas mendapatkan kendaraan sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Bagaimana saya membuat kendaraan ini mudah untuk digunakan teman-teman difabel, dengan merancang sesuai kebutuhan dan keadaan difabel, karena kondisi fisiknya tidak semua sama,” ujar pria asal Surabaya itu.

Kendaraan yang dimodifikasi dapat dilengkapi ruang untuk tongkat dan kursi roda, sekaligus membantu pemiliknya kembali bekerja mencari nafkah. Tak jarang para pemilik kerap kembali ke bengkel untuk memeriksa kondisi kendaraannya.

Harga modifikasi kendaraan tersebut bervariasi, mulai Rp 750 ribu hingga belasan juta rupiah, tergantung kebutuhan. Kini, Bambang dibantu dua orang pekerja dalam merancang kendaraan roda tiga.

Ojan (43), salah satu penyintas polio sekaligus pengguna sepeda motor roda tiga buatan Bambang, telah menggunakannya selama empat tahun untuk menunjang mobilitas bekerja dan kerap kembali ke bengkel untuk melakukan perawatan.

Bambang tak sekadar merakit kendaraan. Ia juga menghadirkan sebuah sarana yang mengantarkan seorang difabel memiliki kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan tanpa harus menyerah pada keadaan.

Bambang bersama dua pegawainya memodifikasi motor tiga roda.

Bambang menyelesaikan proses modifikasi motor tiga roda.

Rangka motor tiga roda yang sedang dimodifikasi.

Bambang menyelesaikan modifikasi motor tiga roda.

Peralatan kerja Bambang di bengkelnya.

Kondisi tangan Bambang saat bekerja.

Bambang bersiap pulang dari bengkel.

Kondisi bengkel modifikasi motor tiga roda milik Bambang.

Bambang mengendarai motor tiga roda hasil modifikasinya.

Ojan (43) pelanggan pengguna motor tiga roda buatan Bambang.

Fotografer
Gilang Faturahman
Editor
Agung Pambudhy
Desainer
Dedi Arief Wibisono

detik detik
***Komentar***
SHARE