Ilustrasi : iStock
Kamis, 12 Maret 2026Menjelang Hari Raya Idulfitri, satu kata biasanya mulai sering terdengar di percakapan para pekerja: THR. Tunjangan Hari Raya bukan sekadar tambahan penghasilan tahunan. Bagi banyak orang, uang ini menjadi penopang berbagai kebutuhan musiman yang datang bersamaan, mulai dari membeli baju baru, menyiapkan hidangan Lebaran, hingga berbagi dengan keluarga.
Namun di balik euforia tersebut, setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengelola THR. Ada yang langsung menggunakannya untuk kebutuhan Lebaran, ada pula yang merencanakan penggunaannya sejak awal agar tidak habis dalam waktu singkat. Dua pekerja yang diwawancarai detikX menunjukkan bagaimana THR bisa dimanfaatkan dengan cara berbeda, tergantung pada kondisi kehidupan dan prioritas masing-masing.
Bagi Herlina Andriantini Mulia (36), THR sudah menjadi bagian dari ritme keuangan tahunan. Ia bekerja di perusahaan pelayaran PT Maritim Barito Perkasa di Banjarmasin dan telah menjalani pekerjaannya selama hampir 13 tahun. “THR setiap tahun Alhamdulillah dapat,” katanya kepada detikX.
Sebagai pekerja yang sudah berumah tangga, Herlina mengatakan penggunaan THR jarang bersifat spontan. Ia biasanya sudah memikirkan rencana pengeluaran bahkan sebelum uang tersebut diterima. Salah satu pos yang sering diprioritaskan adalah kebutuhan mudik. Jika ada rencana pulang kampung, sebagian THR biasanya langsung dialokasikan untuk membeli tiket perjalanan.
Namun seiring bertambahnya tanggung jawab keluarga, prioritas penggunaan THR juga berubah. Kini, sebagian besar dana tersebut digunakan untuk kebutuhan anak serta persiapan Lebaran bersama keluarga. Menjelang Idulfitri, kebutuhan rumah tangga memang cenderung meningkat. Selain membeli pakaian baru, keluarga juga biasanya menyiapkan berbagai kebutuhan tambahan seperti kue Lebaran atau hadiah kecil untuk anggota keluarga.
Sebagian uang juga ia sisihkan untuk berbagi dengan kerabat. Keponakan biasanya mendapat bagian THR, begitu pula orang tua dan mertua. Meski banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, Herlina berusaha menjaga agar pengeluaran tetap terkendali. Ia mengatakan kunci utama dalam mengelola THR adalah perencanaan yang matang.

Pekerja menghitung uang tunjangan hari raya (THR) yang diterimanya saat pembagian di pabrik rokok PT Djarum, Kudus, Jawa Tengah
Foto : Yusuf Nugroho/Antara
Sejak jauh hari, ia sudah membuat alokasi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari baju Lebaran, kue, hingga uang yang akan diberikan kepada orang tua. Dengan cara tersebut, pengeluaran bisa tetap berada dalam batas yang sudah direncanakan. “Jangan lapar mata,” ujarnya sambil tertawa.
Menurutnya, godaan terbesar biasanya datang dari keinginan membeli lebih banyak dari yang direncanakan. “Harusnya rencananya beli satu, tapi tiba-tiba jadi dua. Itu yang bikin over budget,” katanya.
Dengan perencanaan seperti itu, THR yang ia terima biasanya tidak langsung habis setelah Lebaran. Jika masih ada sisa, uang tersebut akan dimasukkan ke tabungan selama tidak ada kebutuhan mendesak.
Bagi Herlina, THR cukup membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga selama periode Lebaran. “Alhamdulillah cukup sih, karena kan sudah di-plan jauh-jauh hari,” katanya.
Pengalaman berbeda datang dari Nurfajrina Rusmadini (29). Ia juga bekerja di bidang logistik perkapalan di perusahaan yang sama di Banjarmasin, tetapi kondisi kehidupannya berbeda. Selain bekerja, Dini, sapaan akrabnya saat ini juga sedang menempuh pendidikan S2. “Selain bekerja saya juga kuliah S2 di Banjarmasin,” katanya.
Seperti kebanyakan pekerja lain, ia setiap tahun menerima THR dari perusahaan tempatnya bekerja. Namun penggunaan dana tersebut biasanya sudah direncanakan bahkan sebelum uangnya diterima. Sebagian dana biasanya ia simpan untuk kebutuhan tak terduga, sementara sebagian lainnya digunakan untuk kebutuhan khas menjelang Lebaran, seperti konsumsi atau berbagi dengan keluarga.
Ia juga biasanya menyisihkan dana untuk kebutuhan pribadi, termasuk membeli pakaian Lebaran bagi dirinya dan keluarga. Namun pada tahun ini, prioritas penggunaan THR berubah cukup signifikan. “Kalau untuk tahun ini, semuanya THR itu digunakan biaya perkuliahan,” kata Dini.

Ilustrasi THR
Foto : iStock
Saat ini ia berada di tahap akhir studi sehingga membutuhkan dana tambahan untuk berbagai keperluan akademik, termasuk persiapan sidang. Dengan kondisi tersebut, sebagian besar THR dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan. Meski begitu, ia tetap menyisihkan sebagian kecil untuk berbagi dengan anak-anak di keluarganya ketika bertemu saat Lebaran.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Dini biasanya tidak langsung menghabiskan THR yang diterimanya. Sebagian dana bahkan sempat disimpan atau diinvestasikan. Namun tahun ini situasinya berbeda karena kebutuhan pendidikan yang cukup besar. “Kayaknya sepertinya habis untuk pendidikan,” ujarnya.
Meski demikian, ia tetap merasa THR sangat membantu kondisi keuangan selama Ramadan. “Sangat membantu, karena selama bulan puasa itu secara tidak langsung pengeluaran kita lebih banyak daripada bulan-bulan sebelumnya,” katanya.
Bagi Dini, agar THR tidak cepat habis, kuncinya tetap kembali pada perencanaan. “Saran saya sebelum dapat THR itu di-planning dulu ya berapa yang harus kita keluarkan, kemudian berapa yang harus kita tabung,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa menggunakan sebagian THR untuk diri sendiri sebenarnya tidak masalah, selama tetap ada porsi untuk menabung. “Kalau memang mau reward diri dengan uang THR boleh, tapi alangkah baiknya lebih banyak ditabung,” katanya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran, THR memang sering menjadi penyelamat keuangan sementara. Namun dari pengalaman para pekerja ini, satu hal terlihat jelas, tanpa perencanaan, uang tersebut bisa habis jauh lebih cepat dari yang dibayangkan.
Bagi sebagian orang, THR berarti membeli baju baru atau menyiapkan hidangan Lebaran. Bagi yang lain, ia bisa menjadi tabungan, investasi, atau bahkan biaya pendidikan. Apa pun bentuknya, cara seseorang mengelola THR sering kali mencerminkan prioritas hidup yang sedang dijalani.
Reporter/Penulis: Decylia Eghline Kalangit (magang)
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim