Intermeso
Berpacu dengan Sampah Jakarta
Sampah adalah bom waktu yang meracuni bumi dan memicu wabah mematikan. Pilahlah sampah dan jagalah kebersihan untuk memperpanjang umur bumi kita.
Suatu hari, mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pernah berseteru dengan seorang pengemudi sedan yang kegep membuang sampah sembarangan di jalan. Ali memaki pengemudi itu dengan sebutan biadab sekalipun menaiki sedan yang mentereng.
Ali mengaku sangat membenci orang-orang yang membuang sampah sembarangan. Makanya, pada era Ali Sadikin dilaksanakan kampanye besar-besaran perang terhadap sampah. Ali bahkan tidak segan memenjarakan orang-orang yang membuang sampah sembarangan. Hasilnya, banyak orang Jakarta ketika itu takut membuang sampah sembarangan.
Upaya Ali dilakukan juga oleh Gubernur-gubernur Jakarta setelahnya dengan cara yang berbeda-beda. Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, misalnya, membentuk petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau yang dikenal dengan pasukan oranye. Lalu Anies Baswedan yang menerbitkan Pergub 142/2019 tentang pelarangan kantong belanja plastik sekali pakai di pasar swalayan dan pasar rakyat. Heru Budi dengan pembangunan RDF Plant Rorotan, yang kini banyak diprotes. Lalu Pramono Anung dengan rencana pembangunan empat PLTSa, yang bakal mengubah sampah menjadi energi listrik.