Rapat Penghitungan Suara di Tajurhalang Ricuh, KPU Bogor Beri Penjelasan

Rapat Penghitungan Suara di Tajurhalang Ricuh, KPU Bogor Beri Penjelasan

Muchamad Sholihin - detikNews
Sabtu, 24 Feb 2024 02:00 WIB
Viral kericuhan rapat pleno penghitungan suara di Tajurhalang, Bogor
Viral kericuhan rapat pleno penghitungan suara di Tajurhalang, Bogor (Foto: Screenshot video)
Bogor -

Rapat pleno penghitungan suara Pemilu 2024 di Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sempat ricuh. Kericuhan diduga akibat hilangnya perolehan suara salah satu calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Bogor.

Dalam video viral yang dilihat detikcom, Jumat (23/2/2024), tampak pria berkemeja biru marah-marah hingga menggebrak meja saat kericuhan terjadi. Di saat bersamaan, tampak seorang pria lainnya sedang dirangkul sambil dibawa menjauh dari lokasi.

Pria yang dirangkul itu terdengar mengeluarkan kata-kata umpatan sambil menunjuk pria yang sempat menggebrak meja. Orang-orang yang berada di lokasi tampak berusaha melerai dan menjauhkan kedua pria yang terlibat adu mulut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diduga ketahuan manipulasi data, PPK (Panitia Pemilihan tingkat Kecamatan) Tajurhalang marah hingga gebrak meja," tulis pemilik akun memberi judul keterangan video yang diunggah di media sosial seperti dilihat detikcom, Jumat malam.

Penjelasan KPU Kabupaten Bogor

Ketua KPU Kabupaten Bogor Adi Kurnia membenarkan kejadian tersebut. Adi menyebut kericuhan bukan dipicu karena manipulasi data, melainkan salah penulisan oleh anggota KPPS setempat.

ADVERTISEMENT

"Bukan terkait manipulasi data. Kalau informasi yang kami dapat, terkait salah penulisan rekan kita di KPPS, yang seharusnya ditulis angka enam di jumlah total, malah ditulis angka enam di nomor urut caleg nomor 9," kata Adi saat dikonfirmasi detikcom.

Adi mengatakan pihak PPK kemudian menghitung ulang surat suara untuk memastikan kebenarannya.

"Informasinya temen-temen PPK sudah menghitung ulang surat suara agar memastikan kebenarannya," ucap Adi.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Tajurhalang Iptu Tamar Bekti juga membenarkan peristiwa tersebut. Namun dia memastikan kericuhan tidak berlangsung lama, karena petugas panwascam melerai dan rapat pleno dilanjutkan.

"Itu (kejadian) kemarin, ada kesalahanpahaman. Kalau nggak salah sih, jadi ada saksi dari salah satu partai tidak melaporkan perkembangan perhitungan suara, datang-datang marah-marah," ujar Tamar.

"(Kejadian) Itu cuma sejenak langsung ditangani Panwascam. Pleno lanjut," imbuhnya.

Simak Video: KPU Sebut Sudah Perbaiki Data Tidak Sinkron Sirekap di 74.181 TPS

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)



Hide Ads