Terungkap Obrolan Anies dan Hotman Paris Usai Muncul Hotline Paris

Terungkap Obrolan Anies dan Hotman Paris Usai Muncul Hotline Paris

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Des 2023 08:48 WIB
Pengacara Hotman Paris Hutapea Beri Keterangan
Pengacara kondang Hotman Paris. (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta -

Ternyata calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan teleponan dengan pengacara kondang Hotman Paris soal rencana program Hotline Paris atau program layanan pengacara gratis untuk masyarakat yang mengalami persekusi dan isu-isu intoleran jika nanti terpilih di Pilpres 2024. Apa isi obrolannya?

Seperti diketahui, dalam debat capres pertama yang digelar di gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023) kemarin, Anies menjanjikan Hotline Paris atau program layanan pengacara gratis untuk masyarakat yang mengalami persekusi dan isu-isu intoleran jika nanti terpilih. Sebab, menurutnya, setiap pelanggaran hukum tidak boleh dibiarkan tak dihukum karena akan menular dan akan dianggap sebagai sesuatu yang benar.

"Karena itu langkah yang pertama adalah setiap kali ada pelanggaran dikerjakan oleh siapa pun, kapanpun, di mana pun, maka tegakkan aturan, tegakkan hukum," kata Anies.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah yang kedua, lanjut Anies, jika bicara soal kerukunan maka harus melakukan usaha komunikasi dengan semua pihak. Negara tidak boleh memusuhi salah satu unsur yang ada di masyarakat.

"Tidak boleh. Negara adalah penyelenggara yang harus menjangkau semua, saya, kami mungkin tidak suka, mungkin tidak setuju dengan pemikiran seseorang, tapi negara harus memberikan hak kepada dia untuk berbicara termasuk untuk mengkritik, sehingga ada ruang kebebasan kepada rakyat untuk menyampaikan pendapatnya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Anies menuturkan negara bukan mengatur pikiran dan perasaan, tapi mengatur tindakan. Anies berjanji akan mengatur itu. Bila melanggar, maka dilakukan tindakan penegakan hukum.

"Lalu ketika sampai kepada usaha untuk menjangkau semua, pasti komunikasi dilakukan, tapi selalu saja ada, ada peristiwa pelanggaran, ada peristiwa kekerasan dan seringkali rakyat tidak tahu ke mana harus melaporkan, dan ketika mereka berhadapan dengan pihak lain, sering kali mereka membutuhkan bantuan hukum karena mereka berhadapan dengan berbagai unsur yang ada di masyarakat," ujarnya.

Karena itu, Anies merencanakan membuat sebuah program yang disebut sebagai online untuk pelayanan pengacara gratis.

"Jadi ini adalah online pelayanan gratis yang kami sebut sebagai istilah yang kami gunakan adalah Hotline Paris, dengan cara begitu maka rakyat yang mengalami masalah bisa meminta tolong kepada negara untuk didampingi pengacara dari negara," tuturnya.

Terungkap obrolan Anies dan Hotman Paris soal Hotline Paris. Baca halaman selanjutnya>>

Simak Video 'Hotman Paris soal 'Hotline Paris' Anies: Saya Tidak Keberatan, Tujuannya Baik':

[Gambas:Video 20detik]




Anies Baswedan menjanjikan Hotline Paris atau program layanan pengacara gratis untuk masyarakat yang mengalami persekusi dan isu-isu intoleran jika nanti terpilih di Pilpres 2024. Hotman Paris mengaku tidak masalah dengan nama program itu yang mirip dengan namanya.

"Ya tidak apa-apa, boleh-boleh aja," kata Hotman Paris kepada detikcom, Rabu (13/12).

Hotman mengaku baru ditelepon Anies terkait rencana program Hotline Paris tersebut. Kata Hotman, Anies terinspirasi darinya.

"Barusan dia telepon saya, Anies intinya dia secara halus kasih tahu pemakaian nama Paris itu, secara haluslah, nggak secara terang-terangan, berarti seolah mengakui bahwa terinspirasi dari sana gitu lho," kata Hotman.

Hotman lagi-lagi tidak masalah dengan nama program Hotline Paris yang akan dicanangkan Anies itu selama tujuannya baik. Hotman menyebut Anies tahu strategi kalau program itu akan disukai masyarakat.

"Ya kan kalau untuk tujuannya baik ya kenapa nggak kan, gitu lho apa yang saya lakukan itu sudah lebih dari 10 tahun, dan itu saya lakukan bukan mencari nama, orang saya sudah terkenal, justru karena udah terkenal rakyat percaya," ujarnya.

"Belum ada pembicaraan sampai ke kolaborasi tapi memang dia terinspirasi dari situ dan dia tahu itu sangat disukai rakyat, penegakan hukum di Indonesia sudah hancur terutama untuk rakyat kecil," imbuhnya.

(whn/rfs)



Hide Ads