PPP Setuju KIB Dapat Jatah Capres atau Cawapres Koalisi Besar

PPP Setuju KIB Dapat Jatah Capres atau Cawapres Koalisi Besar

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 19 Apr 2023 17:38 WIB
Plt Ketum PPP Muhammad Mardiono
Plt Ketum PPP Muhammad Mardiono. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Lima partai pendukung pemerintah berencana membentuk koalisi besar, gabungan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). PPP setuju jika KIB mendapat jatah kursi capres atau cawapres jika koalisi besar terbentuk.

"Tentu setuju, bukan hanya dari KIB-nya, PPP-nya pun juga berharap agar PPP juga diberikan kesempatan," kata Plt Ketum PPP Muhammad Mardiono menjawab pertanyaan setuju atau tidak KIB dapat kursi capres atau cawapres di kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2023).

"Karena PPP dulu juga pernah diberikan amanah oleh rakyat untuk menjadi wapres yaitu Hamzah Haz pernah diberikan amanah itu," imbuh Mardiono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mardiono juga berharap semua ide dan gagasan dapat terimplementasi di koalisi besar. "Tentu semua berharap agar semua ide gagasan dan perjuangan-perjuangan politik terimplementasikan oleh pelaksana-pelaksana yang akan mengeksekusi di dalam gagasan-gagasan itu," ujarnya.

Ketum PSI Giring Ganesha sebelumnya menyebut partai pro pemerintah yang saat ini berencana membentuk koalisi besar akan bertemu setelah Lebaran. Dia mengatakan akan ada banyak gebrakan di koalisi besar setelah Lebaran.

ADVERTISEMENT

"Ya setelah Lebaran. pokoknya tunggulah, nanti kalau setelah Lebaran pasti banyak gebrakan," kata Giring kepada wartawan di GBK, Jakarta Pusat, Rabu (19/4).

Giring tak bicara banyak terkait rencana silaturahmi pertemuan Koalisi Besar tersebut. Dia menuturkan PSI juga akan ikut dalam pertemuan tersebut.

"Habis lebaran. Itu silaturahmi Koalisi Besar ada," ujarnya.

Sedangkan Ketum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas pernah mengungkapkan isi pertemuan dirinya dengan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Plt Ketum PPP Mardiono sebagai inisiator KIB. Zulhas mengatakan pertemuan para ketum itu membahas komitmen rencana pembentukan koalisi besar.

"Koalisinya koalisi kebangsaan agar komitmen kebangsaan kita itu terjaga. Itu aja," kata Zulhas di kantor DPP PAN, Warung Buncit, Jakarta, Kamis (13/4).

Waketum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan pertemuan Zulhas, Airlangga, dan Mardiono, dalam rangka mematangkan rencana koalisi besar. Menurutnya, ketiga parpol terus mencari titik temu dari berbagai kepentingan politik.

"Iya diskusi soal rencana koalisi kebangsaan. Jadi kan meskipun berbeda kepentingan politik, masing-masing parpol kan memiliki subjektifitas kepentingan dan itu wajar karena seluruh mekanisme dan aturan parpol masing-masing berbeda," kata Viva.

"Dalam rangka untuk membangun koalisi besar, koalisi kebangsaan, masing-masing kepentingan itu diposisikan di meja perundingan secara kolektif kolegial untuk memperbanyak titik temu dari seluruh hasil kepentingan itu," lanjut dia.

Simak juga Video 'Jika Bergabung PPP, Sandi Dinilai Berpeluang Besar Diusung Jadi Cawapres':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)



Hide Ads
Riau Bhayangkara Run