Arsul Celetuk Ganjar Capres PDIP, Pacul: Kekuasaan di Tangan Megawati

ADVERTISEMENT

Arsul Celetuk Ganjar Capres PDIP, Pacul: Kekuasaan di Tangan Megawati

Dwi Rahmawati - detikNews
Rabu, 18 Jan 2023 15:58 WIB
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDIP Bambang Wuryanto  atau Bambang Pacul.
Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Jakarta -

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul merespons celetukan Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP Arsul Sani soal Ganjar Pranowo merupakan capres PDIP. Pacul menegaskan jika pernyataan Arsul hanya bersifat pendapat.

"Pendapat, komentar, monggo," kata Pacul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2023).

Pacul mengatakan keputusan capres cawapres PDIP bergantung pada Ketua Umum (Ketum) Megawati Soekarnoputri. Hal tersebut tertuang dalam kesepakatan kongres yang menghadirkan utusan-utusan PDIP di setiap wilayah.

"Tak ulangi Iki, forum tertinggi organisasi PDI Perjuangan namanya kongres itu terdiri dari utusan-utusan seluruh anggota. Jadi utusan lho. Utusan pada dateng," tutur Pacul.

"Nah, utusan-utusan ini kemudian di dalam kongres dalam bab pemilihan Ketua Umum memutuskan Megawati Soekarnoputri kita pilih Ketua Umum aklamasi. Masih ditambah lagi formatur tunggal, biasanya formatur skak ini formatur tunggal. Ketika formatur tunggal berarti Ketua Umumnya aklamasi formaturnya tunggal," lanjutnya.

Ia menjelaskan formatur tunggal itu menempatkan Megawati dalam kekuasaan penuh. Ia menyinggung posisinya sebagai Ketua Bappilu PDIP yang dipilih oleh Ketum.

"Itu apa artinya? Kekuasaan penuh ada di tangan beliau. Bambang Pacul ini cuma dipilih sama Bu Ketum, dilantik di depan kongres. Saya tidak dipilih oleh kongres. Saya hanya dipilih oleh Bu Ketum. Membantu Bu Ketum di bidang pemenangan pemilu," ujar Pacul.

"Di dalam kongres itu juga memutuskan bahwa untuk capres dan cawapres di 2024 Ibu Ketum diberi kewenangan mutlak," imbuh dia.

Menurut Pacul sah-sah saja jika seseorang menyatakan pendapatnya untuk mendukung tokoh tertentu. Namun, ia menegaskan jika Ketum PDIP tak setuju, maka opini yang disampaikan tak akan terealisasi.

"Misalnya kalian mau mendukung Bagong, Petruk, atau seluruh republik. Mana apa? Republik Kaipang mendukung Bambang Pacul, Bu Mega nggak mendukung, ya nggak iso. Nggak iso. Di partai lho ya, PDI lho ya. Di PDI nggak bisa, nah itu tergantung Bu Ketum," ungkapnya.

Simak Video 'Kala Elite PPP Keceplosan Bilang Ganjar Capresnya PDIP':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT