Gubernur NTT Viktor Laiskodat Ogah Maju Lagi di Pilkada 2024

ADVERTISEMENT

Gubernur NTT Viktor Laiskodat Ogah Maju Lagi di Pilkada 2024

Antaranews - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 18:57 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat
Foto: Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (Abdul Haris/detikcom)
Jakarta -

Gubernur NTT Viktor Laiskodat menyampaikan dirinya tak akan maju lagi sebagai calon gubernur di NTT dalam perhelatan pemilu serentak 2024. Dia mengungkapkan rencananya setelah 2024.

"Tidak memiliki niat lagi untuk menjadi gubernur. Saya lebih memilih kembali ke Jakarta untuk mengubah cara berpikir aparatur agar sistem pemilihan kepala daerah secara langsung seperti yang dilakukan selama ini bisa diubah sehingga kesejahteraan masyarakat menjadi lebih nyata," kata Viktor dikutip dari Antara, Jumat (9/12/2022).

Viktor tak mempersoalkan sistem pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah tetap dilakukan secara langsung. Namun, menurutnya, jika ada aparat pemerintahan yang tak bekerja optimal maka harus diganti.

"Kalau kerjanya tidak benar maka harus diganti karena sudah tidak layak lagi untuk menjadi pemimpin. Cara seperti ini yang harus kita lakukan," kata dia.

Viktor mengatakan apabila kepala daerah tidak bekerja serius untuk kepentingan rakyat maka harus diberhentikan. Dengan demikian, lanjutnya, tidak akan ada lagi kepala daerah di Provinsi NTT yang bermain-main bekerja untuk kepentingan rakyat.

"Dalam sistem pemerintah dibolehkan apabila kepala daerah tidak bekerja maksimal untuk kepentingan kesejahteraan rakyat padahal sumber daya alam sangat potensial untuk dikembangkan bagi kepentingan rakyat maka kepala daerah seperti itu harus diganti," katanya.

Lebih lanjut, Viktor menyebut hampir 70 persen masalah di NTT ada di pusat. Lantas, dia menilai semua proses desain pemerintahan perlu dilakukan dari pusat.

"Sekalipun gubernur NTT sehebat apapun kalau tidak diurus di pusat maka banyak kekayaan di NTT hari ini tidak bisa dikembangkan secara baik. Termasuk cara berpikir aparatur pemerintah pusat dan NTT juga harus diubah," kata dia.

Simak juga Video: Sapu Hoaks Pemilu 2024 di Medsos, Meta Komunikasi dengan Pemerintah

[Gambas:Video 20detik]



(fca/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT