Bamsoet Bertanya ke Rakyat soal Survei Jokowi, PD Minta Patuhi Konstitusi

ADVERTISEMENT

Bamsoet Bertanya ke Rakyat soal Survei Jokowi, PD Minta Patuhi Konstitusi

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 06:10 WIB
Logo Partai Demokrat.
Foto: Logo Demokrat. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) bertanya kepada masyarakat apakah ingin dipimpin lagi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) buntut hasil survei Poltracking. Partai Demokrat (PD) meminta Bamsoet mematuhi konstitusi.

"Sudahlah, patuhi saja agenda demokrasi yang sudah disepakati secara konstitusional," ujar Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution kepada wartawan, Kamis (8/12/2022).

Presiden dan Wapres, jelas Syahrial, dipilih setiap lima tahun dan dapat menjabat untuk lima tahun berikutnya. Tidak perlu, tambah Syahrial, diubah-ubah lagi.

"Ada yang pernah pakai alasan Covid. Habis itu big data. Sekarang pakai tingkat kepuasan dengan hasil survei. Besok ada yang seleranya lain lagi pakai alasan aneh-aneh. Taati saja konstitusi, karena itu kesepakatan bangsa," kata Syahrial.

Syahrial lalu menyebut pertanyaan Bamsoet tidak mewakili lembaga yang ia pimpin, yakni MPR.

"Seperti yang disampaikan oleh Pak Bamsoet, rela menjungkirbalikkan logika hanya demi sebuah kelanggengan kekuasaan. Itulah selera beliau yang kebetulan saat ini sedang menjabat Ketua MPR. Walaupun tidak bisa mewakili lembaga yang sedang beliau pimpin," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP Arsul Sani berpendapat pertanyaan Bamsoet bisa berbanding lurus atau malah berbanding terbalik dengan hasil survei.

"Artinya kalau disurvei kembali saat ini bisa saja disatu sisi respondennya puas terhadap kinerja pemerintahan tapi menjawab tidak setuju jika kemudian ada perpanjang (periode)," jelas Arsul.

"Kalau tidak salah Harian Kompas misalnya pernah menggelar survei baik tingkat kepuasan maupun isu perpanjangan ini, dan hasilnya pada waktu itu tidak berbanding lurus," jelas Arsul.

Survei Poltracking

Hasil survei Poltracking yang menyatakan 73,2% responden puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin. Bamsoet tidak heran dengan hasil survei itu, karena menurutnya sesuai dengan apa yang dicapai pemerintahan Jokowi-Ma'ruf saat ini.

"Terkait dengan kepuasan publik atau masyarakat terhadap pemerintah Presiden Jokowi tentu tidak terlepas dari berbagai prestasi dan pencapaian yang dilakukan kedua beliau, baik pak Jokowi atau pak Maruf Amin," kata Bamsoet dalam paparannya saat rilis Survei Poltracking Indonesia secara virtual, Kamis (8/12/2022).

Terlepas dari situ, Bamsoet mempertanyakan korelasi angka tersebut dengan keinginan masyarakat dipimpin Jokowi.

"Pertanyaan pentingnya bagi saya bukan soal puas atau tidak puasnya publik. Tapi apakah ini berkorelasi dengan keinginan publik untuk terus presiden Jokowi ini memimpin kita semua," ujarnya.

Bamsoet juga menyinggung terkait perpanjangan masa jabatan presiden. Menurutnya dalam beberapa waktu terakhir, banyak sekali pro-kontra di masyarakat terkait isu tersebut. Dia lagi-lagi menekankan korelasi hasil survei poltracking itu dengan harapan agar Jokowi kembali memimpin.

"Kita tau deras sekali pro kontra di masyarakat ada yang memperpanjang, ada yang mendorong tiga kali, tapi terlepas itu saya sendiri ingin tau keinginan publik yang sesungguhnya ini apa. Apakah kepuasan ini ada korelasinya dengan keinginan masyarakat beliau tetap memimpin kita dalam masa transisi ini," katanya.

Simak video 'Survei Poltracking: Kepuasan Publik Atas Kinerja Jokowi-Ma'ruf Capai 73%':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT