PKS Sanggah Bamsoet: Sejak Dulu Pemilu Cenderung Panas, Kalau Adem Ayem Aneh

ADVERTISEMENT

PKS Sanggah Bamsoet: Sejak Dulu Pemilu Cenderung Panas, Kalau Adem Ayem Aneh

Dwi Rahmawati - detikNews
Kamis, 08 Des 2022 23:28 WIB
Juru Bicara PKS Ahmad Mabruri
Foto: Ahmad Mabruri dok. istimewa
Jakarta -

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Pemilu serentak 2024 diperhitungkan kembali. Menanggapi hal tersebut, juru bicara PKS Ahmad Mabruri menepis alasan dihitung lagi lantaran berpotensi memanas.

"Dari sejak dulu yang namanya jelang Pemilu ya pasti akan hangat cenderung panas. Kalau adem ayem aja malah aneh," kata Mabruri saat dikonfirmasi, Kamis (8/12/2022).

Mabruri mengatakan terlaksananya Pemilu serentak pada 2024 sudah diputuskan sejak lama. Ia mengingatkan, yang terpenting penyelengaraan Pemilu dilakukan sesuai aturannya.

"Yang penting asal sesuai dengan konstitusi ya dijalankan. Toh UU Pemilu juga sudah lama diketok dan semua juga tahu pilkada akan serentak November 2024, pileg dan pilpres bareng pada Februari 2024," kata Mabruri.

"Yang tidak boleh itu kalau melanggar konstitusi. Atau mengubah peraturan dengan alasan pandemi Covid," tutur dia.

Pernyataan Bamsoet

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) bicara penyelenggaraan pemilu kerap memunculkan kondisi politik nasional yang panas sebelum, saat, ataupun setelah pelaksanaannya selesai. Oleh karena itu, dia meminta pelaksanaan Pemilu serentak 2024 harus benar-benar diperhitungkan.

Hal itu diungkapkan Bamsoet saat rilis hasil survei Poltracking, Kamis (8/12/2022). Bamsoet awalnya mendorong kinerja lembaga survei untuk terus memantau pandangan masyarakat terhadap kinerja para lembaga negara untuk dijadikan bahan evaluasi.

"Saya mendorong Poltracking untuk terus melihat keinginan masyarakat secara luas terhadap kinerja penegak hukum, lembaga-lembaga legislasi, maupun lembaga lain. Apa yang dipaparkan tadi jadi masukan dan pembelajaran bagi kita untuk perbaikan ke depan. Kita masih memiliki waktu dua tahun," kata Bamsoet.

Apalagi kata Bamsoet, dalam waktu dekat akan ada perhelatan demokrasi yang terbilang besar karena semua pemilihan baik eksekutif, legislatif, hingga kepala daerah dilakukan serentak di 2024. Bamsoet lantas meminta adanya perhitungan rinci untuk mengantisipasi segala kondisi yang terjadi.

"Dan kita sama-sama tahu dalam waktu dekat kita akan dihadapkan dengan satu agenda besar nasional, yaitu penyelenggaraan pemilu, dan pilkada serentak," ucapnya.

"Tentu kita juga mesti menghitung kembali, karena kita tahu bahwa penyelenggaraan pemilu selalu berpotensi memanaskan suhu politik nasional baik menjelang, selama, hingga pasca penyelenggaraan pemilu," lanjut dia.

Bamsoet meminta Pemilu serentak 2024 harus benar-benar diperhitungkan tepat atau tidaknya dilakukan di tengah kondisi saat ini. Di mana proses pemulihan akibat pandemi belum sepenuhnya selesai. Terlebih adanya bencana-bencana yang terjadi.

"Ini jelas harus dihitung betul apakah momentumnya tepat dalam era kita tengah berupaya recovery bersama terhadap situasi ini dan antisipasi, adaptasi dan ancaman global seperti ekonomi, bencana alam dan sebagainya," ujar dia.

(maa/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT