Zulkifli Hasan: Pilpres Jangan Dijadikan Berhala Baru

ADVERTISEMENT

Zulkifli Hasan: Pilpres Jangan Dijadikan Berhala Baru

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 02:42 WIB
Zulkifli Hasan dilantik menjadi menteri perdagangan menggantikan M Lutfi. Sertijab jabatan Menteri Perdagangan dilakukan di Auditorium Gedung Utama Kamendag, Jakarta.
Zulkifli Hasan (Foto: Dok. Kementerian Perdagangan)
Jakarta -

Ketum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengimbau agar pemilihan presiden (Pilres) tak dijadikan berhala baru. Hal itu disampaikan Zulhas kepada kadernya dalam acara penyematan 20 kader baru PAN.

"Pilpres itu jangan dijadikan berhala baru, kalau ini masuk surga kalau ini masuk neraka. Itu nggak baik," kata Zulkifli Hasan dalam pidatonya di acara penyematan 20 kader baru PAN, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).

Zulhas mengatakan hal terpenting dari pilpres adalah calon presiden yang akan maju. Dia menyebut capres itu harus orang yang telah teruji NKRI dan Pancasilanya.

"Biasa saja, pilpres itu. Yang paling penting tentu yang akan maju menjadi capres itu pastilah orang-orang yang sudah teruji NKRI-nya dan Pancasilanya, pasti," ujarnya.

Kemudian, Zulhas bercerita momen dirinya tak searah atau berbeda koalisi dengan partai Presiden Joko Widodo pada gelaran pemilu yang lalu hingga akhirnya terpilih menjadi Menteri Pedagangan (Mendag). Dia mengatakan perubahan itu merupakan hal yang biasa dalam Pilpres.

"Jadi Pilpres itu sesuatu yang biasa, dulu saya mendukung Pak Prabowo 10 tahun, pasangannya adalah Sandiaga Uno, kita melawan sama Sandiaga Uno, Pak Anies saat pemerintahan Pak Jokowi jadi Menteri Pendidikan, Anies jadi sama Jokowi kita melawan nih 10 tahun kita melawan, sekarang beda. Pak prabowo ikut, Sandi ikut, saya ikut juga," ujarnya.

Di hari yang sama, PAN menggelar acara penyematan anggota baru yang berasal dari purnawirawan jenderal hingga public figur. Dari 20 kader baru itu ada artis Uya Kuya yang bergabung dengan PAN.

Berikut daftar 20 nama kader baru yang bergabung dengan PAN :

1. Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin
2. Brigjen TNI (Purn) Yusep Sudrajat,SIP.,MSi.
3. Brigjen TNI (Purn) Rahmat Triono,SE.
4. Brigjen TNI (Purn) H. Abdul Rahman Made,S.I.P.,M.Si.
5. Brigjen TNI (Purn) Rosidin, M.Si (Han), M.Sc.
6. Brigjen TNI (Purn) Dr. H. Yusuf. S.Sos., MM.
7. Brigjen TNI (Purn) Catur Sulasdiarso M.Si (Han)
8. Brigjen TNI (Purn) Agustinus, S.IP., M. Si.
9. Kolonel Cba (Purn) Heri Hermantino
10. Kolonel Arh (Purn) Syarif Hidayatulloh, SE, MM.
11. Kolonel czi (Purn) Dr. Ir. Edy Saptono, MM
12. Kolonel Ckm (Purn) Joni Suhenda, AMK., SPd., MAP.
13. Letkol (Purn) Oman Rukmana
14. Peltu (Purn) Duladi
15. Mayjen TNI (Purn) Bambang Haryanto, S.Sos., MM
16. Mayjen TNI (Purn) H. Pujo Wahyono, S. Sos
17. Kol. Inf (Purn) Ruliansyah
18. Surya Utama atau Uya Kuya
19. Putri Zizi Novianti atau Puput Novel
20. Ery Setia Negara

Simak juga 'Bima Arya Singgung Parpol yang Coba Usung Capres Urutan Terbawah Survei':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT