Endorse Capres Ala Jokowi, Partai Garuda: Itu Bukan Pelanggaran

ADVERTISEMENT

Endorse Capres Ala Jokowi, Partai Garuda: Itu Bukan Pelanggaran

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 11:17 WIB
Juru Bicara (Jubir) Partai Garuda Teddy Gusnaidi
Foto: Partai Garuda-Jubir Partai Garuda Teddy Gusnaidi
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap memberikan arahan dan sinyal mengenai kriteria sosok Presiden Indonesia selanjutnya di tahun 2024. Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi menyebut hal itu wajar dilakukan, mengingat Jokowi punya tanggung jawab terhadap sosok presiden pengganti dirinya.

"Jokowi terus memberi sinyal melakukan dukungan terhadap bakal calon Presiden, walaupun belum memberikan nama, tapi dari cara Jokowi, itu menunjukkan bahwa beliau tidak akan bersikap abstain dalam kampanye Capres-cawapres 2024 nanti, beliau akan bersuara dan terlibat," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Selasa (29/11/2022).

Teddy mengatakan Jokowi memang bukan Ketua Umum Partai Politik, tapi ia memiliki pemilih loyal yang akan mengikuti arahan untuk memilih Capres tertentu sebagai Presiden. Dikatakannya, arahan dan sikap Jokowi tidak bisa dipandang sebelah mata, karena ia memiliki suara pemilih yang sangat besar.

"Apa yang dilakukan Jokowi bukan sebuah pelanggaran, baik secara etika maupun secara aturan pemilu, karena memang dibolehkan. Yang bilang apa yang dilakukan oleh Jokowi melanggar aturan, adalah pihak yang takut kalah dalam Pemilu dan tentu tidak mengerti akan aturan," tutur Teddy.

Juru bicara Partai Garuda ini menilai Jokowi ingin apa yang telah dia lakukan selama 2 periode tidak sia-sia, serta dapat dilanjutkan oleh presiden selanjutnya. Pria asal Solo itu juga punya tanggung jawab untuk keberlanjutan agar Indonesia semakin maju, bukan malah kembali mundur.

"Saat ini Indonesia ibarat mesin yang fresh, sudah selesai diperbaiki kerusakannya dan sudah digunakan untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik selama ini. Jangan sampai mesin ini kembali rusak karena salah memilih Presiden. Makanya kenapa Jokowi ikut terlibat dalam kampanye di Pemilu 2024," pungkas Teddy.

(ega/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT