Menerka Makna Rambut Hitam Ganjar Usai Riuh Kode 'Pemimpin Rambut Putih'

ADVERTISEMENT

Menerka Makna Rambut Hitam Ganjar Usai Riuh Kode 'Pemimpin Rambut Putih'

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 27 Nov 2022 14:07 WIB
Foto unggahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berambut hitam di media sosialnya. (Instagram Ganjar Pranowo)
Foto unggahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berambut hitam di media sosialnya. (Instagram Ganjar Pranowo)
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah sekaligus kader PDIP, Ganjar Pranowo, tiba-tiba mengunggah foto dirinya berambut hitam usai ramai ucapan Presiden Jokowi soal 'pemimpin rambut putih'. Aksi Ganjar mengunggah foto tersebut dinilai bentuk tak enak hati kepada sosok lainnya yang ingin dikaitkan dengan dukungan Jokowi maju capres 2024.

"Sepertinya Ganjar tak enak hati dengan figur lain di sekitar Jokowi yang juga ingin dikaitkan dengan kode keras dukungan Jokowi maju pilpres 2024," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno kepada wartawan, Minggu (27/11/2022).

Pakar Politik Adi PrayitnoFoto: Pakar Politik Adi Prayitno (Dok. Istimewa)

Adi menilai selama ini geliat dukungan Jokowi kerap diarahkan ke Ganjar. Menurutnya, Ganjar tak ingin terlihat menjadi bintang di antara sejumlah tokoh 'inner circle' Jokowi, salah satunya Ketua DPR Puan Maharani.

"Karena selama ini, kode keras Jokowi selalu dialamatkan ke Ganjar. Itu sudah jadi rahasia umum. Sementara figur lain di inner circle Jokowi terlihat tak diendorse misalnya Puan, Airlangga Hartato, Sandi, dan Erick Tohir. Hanya Prabowo yang pernah diendorse Jokowi. Tentu Ganjar tak mau terlihat jadi bintang sendirian karena endorsement begitu," ujarnya.

Adi menilai aksi Ganjar itu kurang bagus dari segi komunikasi politik. "Secara komunikasi politik rada kurang ok. Ini cara Ganjar bicara ke publik bahwa Jokowi juga dukung siapapun orang-orang di sekitarnya untuk maju," kata dia.

Adi pun menyinggung hubungan Ganjar dengan PDIP yang ditampilkan semakin membaik. Adi menilai dukungan Jokowi yang lekat dikaitkan dengan Ganjar tak mengubah kondisi internal PDIP dalam penentuan capres, yakni ditentukan secara tunggal oleh Ketum Megawati Soekarnoputri.

"Belakangan ini hubungan Ganjar dengan PDIP membaik. Tak ada lagi dinamika keras seperti sebelumnya. Bahkan Ganjar menunjukkan kemesraannya dengan Puan. Itu menegaskan internal mereka sudah kondusif. Soal siapa yang nantinya bakal diusung PDIP, tentu hanya hak veto Megawati, bukan yang lain," katanya.

Lebih lanjut, Adi menilai publik menginginkan Jokowi juga memperlihatkan dukungannya ke figur-figur potensial lain.

"Ke depan, publik tentu ingin juga melihat presiden terlihat mengendorse figur lain yang berada di sekitar Jokowi maju pilpres 2024. Minimal mendukung kerja keras politik meningkatkan elektabilitas dan mencari dukungan partai untuk bisa daftar ke KPU," katanya.

Simak Video: Ganjar Pamer Berambut Hitam di Tengah Riuh 'Pemimpin Rambut Putih'

[Gambas:Video 20detik]




(fca/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT